Just another WordPress.com site

Posts tagged “Super Junior

[INFO] CAFE DAUM Ranking Top 20 Kpop Idol Grup Periode November 2011

TOP 20 (untuk Idol Groups)

1. TVXQ (728.047) http://cafe.daum.net/soul48
2. Big Bang (340.266) http://cafe.daum.net/YGBIGBANG
3. SNSD (295.170) http://cafe.daum.net/milkye
4. SS501 (231.247) http://cafe.daum.net/music77
5. B2ST (228.281) http://cafe.daum.net/playb2st
6. Super Junior (213.513) http://cafe.daum.net/secondemugame
7. 2PM (185.698) http://cafe.daum.net/2PM
8. SHINee (122.174) http://cafe.daum.net/TVNDRM
9. FT Island (97.784) http://cafe.daum.net/fti5
10. Wonder Girls (97.264) http://cafe.daum.net/wg070210
11. 2NE1 (96.376) http://cafe.daum.net/2NE1
12. MBLAQ (84.597) http://cafe.daum.net/Mblaq
13. f(x) (67.117) http://cafe.daum.net/91382073
14. SG Wannabe (60.844) http://cafe.daum.net/sgwannabelove
15. INFINITE (56.150) http://cafe.daum.net/infinite7
16. 2AM (56.001) http://cafe.daum.net/2-oclock
17. KARA (55.131) http://cafe.daum.net/Dejuanholic
18. Epik High (49.120) http://cafe.daum.net/EpikHigh
19. B1A4 (44.009) http://cafe.daum.net/-b1a4
20. Brown Eyed Girls (43.621) http://cafe.daum.net/Browneyedgirls

(sebagaimana dirilis per 2 November 2011)

 

Source: NielFacts @ twitter.com
Reuploaded: ☆sunshine @ mblaqattack.net
DO NOT ADD OR EDIT CREDITS WHEN TAKING OUT OF THE FORUM!

**

SEE?! CASSIOPEIA STILL IN NUMBER ONE!!
CASSIOPEIA DAEBAK 😀


FanFiction / I Love You

Casts:

–        Kim Jun Su

–        Park Hye Jin

Other Casts:

–        Lee Hyuk Jae (EunHyuk)

–        Kim Jae Joong

Author: mjjejelips

–a

“Ibu, aku pergi ke rumah EunHyuk dulu, ya!” pamitku setengah berteriak karena ibuku sedang memasak untuk makan malam di dapur.

“ya! asal kau jangan pulang malam!” balasnya juga setengah berteriak.

“baiklah!” ujarku sambil melangkah kedalam garasi.

 

Sore ini, aku ada janji akan ke rumah sahabatku, EunHyuk, pukul 4.15 p.m. Kukeluarkan sepeda biru kesayanganku dari dalam garasi, lalu segera mengendarainya menuju rumah EunHyuk.Rumah EunHyuk dengan rumahku jaraknya cukup dekat. Rumah EunHyuk hanya berada di perumahan sebelah. Sambil mengendarai sepedaku, aku menyanyikan lagu Balloons milik grup favoritku, DBSK.

 

Jinagabeorin eorin sijeoren

Pungseonul tago naraganeun yeppeun kkumdo kkueotji

Noran pungseoni haneureul nalmyeon

Nae maeumedo areundaun gieokdeuri saeng-

 

Tunggu. Sepertinya aku kenal dengan gadis itu. Tidak, aku tidak kenal dengannya. Hanya sepertinya aku pernah melihatnya. Tapi dimana ya? Ah, ya, diakangadis yang membeli eskrim kemarin. Tapi sedang apa ia disini? Kenapa tangannya menutup mukanya yang menunduk? Apakah ia menangis?

Akhirnya, aku memberanikan diriku untuk mendekati gadis itu. Kuparkirkan sepedaku itu di pinggir jalan. Aku berjalan pelan mendekatinya, berusaha agar tidak membuatnya terkejut. Kuambil saputanganku di saku celanaku yang selalu kubawa setiap hari. Aku menyodorkan saputanganku di hadapannya. Mengetahuiku memberikan saputangan padanya, ia menatapku. OMO~ ia benar sedang menangis. Wajahnya kelihatan basah karna airmatanya itu.

 

Aku tersenyum kepadanya, “pakailah! aku tahu, kau pasti membutuhkannya sekarang,”

Diambilnya saputanganku, lalu ia membersihkan wajahnya menggunakan itu.

Aku kemudian duduk di sampingnya, “kau kenapa menangis sendirian disini? apa kau ada masalah? kau bisa cerita kepadaku kalau kau mau – tapi kalau kau tidak mau, yasudah. aku bukannya ingin tau masalah orang, hanya kalau kau menceritakan masalahmu, kau bisa sedikit lebih lega,”

“tidak, aku hanya ada sedikit masalah tadi. tak usah mengkhawatirkanku,” jawabnya lalu menatap wajahku, “hey, bukankah kau yang kemarin membeli eskrim sebanyak 5buah?” tebaknya.

Aku hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaannya.

“tapi untuk apa kau kesini?”

“tidak, aku tadi sebenarnya akan pergi ke rumah temanku, namun saat melihatmua menangis sendirian di sini, kuputuskan untuk mendekatimu,”

“memangnya, dimana rumahmu?”

“rumahku di–” belum selesai aku menjawab pertanyaannya, tiba-tiba saja ponselku berbunyi. Aku segera mengangkat teleponku setelah melihat nama yang tertera di screen ponselku.

“halo?” sapaku.

“ah, maaf EunHyuk-ah. sebentar, tunggu aku 5menit lagi,” ucapku lalu mematikan telepon.

“ada apa?” tanyanya setelah aku memasukkan kembali ponselku kedalam sakuku.

“maaf, aku harus pergi sekarang,” ucapku sambil naik ke sepedaku, “daah~”

Kulihat, ia juga melambaikan tangannya padaku sambil tersenyum.

 

Kukayuh sepedaku cepat menuju rumah EunHyuk. Aku harus sudah sampai rumahnya kurang dari 5menit.

 

“hai, EunHyuk -ah!” ucapku saat melihatnya tengah duduk sambil membaca majalah di teras rumahnya.

“YA! kau ini kenapa lama sekali, huh? bukankah rumahmu hanya berada di sebelah perumahanku?” tanyanya tanpa membalas sapaanku sambil menutup majalah yang ia baca tadi.

“iya. aku minta maaf sudah membuatmu menunggu lama. tadi aku bertemu temanku di jalan. maaf,” ucapku berbohong.

“ah, yasudahlah. yang penting kau sudah sampai. ayo masuk!” ajaknya lalu masuk dan aku hanya mengikutinya dari belakang, “aku tadi membeli kaset game terbaru. maka dari itu, aku mengundangmu ke rumahku untuk menemaniku memainkan game itu. kau tentu mau,kan?” tanyanya dan dengan cepat kujawab dengan sebuah anggukan kepala.

“wow! Hyukkie-ah, ini bukankah game yang paling baru?” tanyaku ketika melihat kaset game-nya di kamar EunHyuk.

“hm, itu memang kaset game yang paling baru. aku sudah mengatakannya tadi,kan?” jawabnya, “sudahlah, ayo main!” ajaknya.

Kemudian, kami bermain bersama di dalam kamar EunHyuk. Sesekali kami beristirahat sambil meminum jus jeruk yang dibuatkan oleh pembantu di rumah EunHyuk.

Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 6.30 p.m. Itu tandanya aku harus pulang sekarang, kalau tidak ibu pasti akan memarahiku lagi seperti kemarin, saat aku pulang dari rumah JaeJoong hyung, sepupuku.

“mm, Hyukkie-ah, sepertinya sudah malam. aku harus pulang sekarang,” ucapku padanya.

“memang kenapa kalau sudah malam? kau takut pulang sendiri? kalau kau takut, akan kuantar, tenanglah!” jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tv.

“bukan, bukan itu. tadi Ibuku berpesan padaku agar tidak pulang malam karena kami akan makan malam bersama dengan kakakku, JaeJoong, yang baru saja pulang dari Jepang,”

Ia mem-pause game-nya, lalu menatapku, “kalau kau mau pulang sekarang, pulang saja. sekalian, titipkan salamku pada JaeJoong hyung dan orang tuamu,”

Aku berdiri dari dudukku, dan EunHyuk mengikutiku, “aku pulang dulu, ya,” pamitku.

“ya, hati-hati di jalan, Su-ie,” jawabnya.

Aku berjalan keluar dari kamar EunHyuk menuju pintu. Segera kunaiki sepedaku, dan pulang ke rumah. Setelah memasukkan sepedaku di garasi, aku segera berjalan masuk.

“aku pulang!” ucapku setelah memasuki rumah. Kulepas sepatuku, dan berjalan menuju kamarku yang terletak di lantai dua.

Kurebahkan sebentar tubuhku ini di kasurku sebelum JaeJoong hyung masuk ke dalam kamarku dan menyuruhku turun untuk makan malam. Aku berjalan di belakang JaeJoong hyung mengikutinya menuruni tangga. Orang tua kami ternyata sudah menunggu di meja makan. Aku dan JaeJoong hyung segera duduk di kursi yang berada di depan orang tua kami. Kami semua mulai makan malam bersama. Ayah dan Ibu juga terus-terusan menanyai JaeJoong hyung mengenai kuliahnya di Jepang saat kami sedang makan. Karena aku yang paling sedikit bicara saat makan malam tadi, aku selesai duluan daripada yang lain. Setelah menaruh piring di dapur, aku menaiki tangga menuju kamarku untuk istirahat. Baru 10menit aku merebahkan tubuhku di kasur, tiba-tiba saja JaeJoong hyung masuk ke dalam kamarku tanpa permisi. Inilah yang sedikit aku tidak suka darinya. Ia selalu saja masuk ke kamarku tanpa permisi. Sebenarnya aku ingin mengunci kamarku agar ia tak lagi masuk ke kamarku tanpa permisi, tapi sebuah kejadian saat aku kecil membuatku tak berani mengunci kamarku lagi sejak saat itu.

JaeJoong hyung berjalan ke arahku yang sedang tiduran lalu ia ikut berbaring di sebelahku, “besok kau libur,kan?”

“hm. ada apa memangnya?” tanyaku tanpa mengalihkan pandanganku dari langit-langit kamarku.

“mau menemaniku jalan-jalan ke mall? aku ingin membeli baju baru,”

“tidak mau,” tolakku.

“YA! kenapa tidak mau?” tanyanya sambil mengubah posisinya menjadi duduk dan menatapku.

“hyung ini kalau sudah membeli baju di mall, pasti akan sangat lama. dan aku tidak suka disuruh menunggu lama-lama,” jawabku.

“huh, baiklah, kali ini hyung tidak akan lama. hyung janji, paling lama hanya satu jam. oke?”

“janji?” tanyaku manatap wajah hyung-ku yang cantik sekaligus tampan itu.

Ia tersenyum, “janji,”

“baiklah. akan kutemani besok. sekarang aku mau tidur dulu,”

“mm, JunSu-aa~~” panggil JaeJoong hyung.

“ya hyung? ada apa lagi?”

“hyung boleh tidur disini ga? hyung malas tidur di kamar hyung. boleh ya?”

“hm.. terserah hyung saja lah,”

“makasih, JunSu-aa~ JunSu imut deh,” ujarnya.

“ah, terserah. aku mau tidur dulu hyung. selamat malam!” ujarku lalu menarik selimut.

 

JaeJoong hyung beranjak mematikan lampu, kemudian kembali tiduran di sebelahku. Tak lama, aku sudah mendengar degkuran halus dari kakakku ini. dia pasti kelelahan, pikirku. Kupejamkan mataku, dan sebentar saja aku sudah tertidur.

 

 

@ mall

“ya, hyung, cepatlah sedikit! aku sudah bosan disini!” ujarku kesal pada JaeJoong hyung. Masalahnya, kami sudah berada disini selama lebih dari dua jam. Ia telah berbohong padaku. Awas saja, kalau 10menit lagi JaeJoong hyung belum akan beranjak dari tempat ini, aku tidak akan mau menemaninya belanja baju lagi, ujarku dalam hati.

“hyung, cepatlah!” ujarku lagi.

“iya, iya. yasudah, ayo ke kasir!” ajaknya sambil membawa baju-baju yang dibelinya.

Kami berdua berjalan menuju kasir. Aku senang karena kami sudah akan membayar semua ini, namun kesenanganku tidak bertahan lama. Memang, yang antri disitu tidak terlalu banyak, namun barang-barang yang mereka beli sangatlah banyak. Ya, mungkin ini karena disini sedang ada sale besar-besaran. Aku semakin lemas karena hanya kasir ini yang antriannya tidak terlalu banyak. Aku berjalan malas mengikuti hyung-ku mengantri.

Setelah menunggu selama hampir setengah jam, akhirnya tiba giliran kami membayar. Sesudah membayar, aku mengikuti JaeJoong hyung berjalan keluar dari took baju.

“bagaimana kalau kita makan dulu sebelum pulang? kau tentu sudah lapar,kan?” tanya JaeJoong hyung.

“hm, baiklah. aku juga sudah lapar,” jawabku.

Kami berjalan menuju salah satu rumahmakan yang terletak di lantai atas. Setelah mendapatkan tempat duduk yang kosong, kami duduk di situ dan memesan makanan.

“ohya hyung, kemarin EunHyuk menitipkan salam untukmu. kemarin karena kelelahan, aku lupa menyampaikannya padamu,” ucapku setelah pelayan tadi pergi meninggalkan kami berdua.

“oh, oke,” jawabnya singkat, “ohya, mulai sekarang hyung tidak akan kembali ke Jepang lagi,”

“heh? kenapa memangnya? kuliah hyung sudah selesai?” tanyaku.

“sudah. lagipula hyung juga sudah mendapatkan pekerjaan diSeoul,” jawabnya sambil tersenyum padaku.

Tepat saat ia menjawab pertanyaanku, pesanan kami datang.

“hyung sudah mendapat pekerjaan? pekerjaan apa hyung?” tanyaku lalu memakan makananku.

“model,” jawabnya lalu melanjutkan makannya.

“jinjjayo?” tanyaku terkejut.

“iya, harus kukatakan berapa kali agar kau percaya, hm? sudahlah, cepat habiskan makanmu,” perintahnya.

Kami pun melanjutkan makan siang kami. Setelah menghabiskan semua makanan, JaeJoong hyung membayarnya. Saat kami sedang berjalan menuju mobil, tiba-tiba saja ponselku berbunyi.

“halo?” sapaku saat mengangkat telepon.

“siapa gadis itu, Bu?”

“ah, ya ya baiklah. kami akan segera pulang sekarang,” ujarku mengakhiri telepon.

“ada apa?” tanya JaeJoong hyung begitu aku memasukkan ponselku ke dalam saku celanaku.

“Ibu menyuruh kita pulang sekarang, hyung. ada seorang gadis yang menungguku di rumah,” jawabku.

“naaah, ketauan.. kau sudah punya pacar, yaa? kenapa kau tidak kenalkan pada hyung-mu ini, hm?”

“YA! hyung jangan berkata sembarangan! aku ini belum punya pacar, hyung,”

“alaah, kau tak usah berbohong padaku. mengaku sajaa~” godanya.

“ah, terserahlah. ayo pulang sekarang!” ujarku kesal.

“iyaa, adikku yang imuut~” jawabnya lalu menghidupkan mesin mobil, dan menjalankannya menuju rumah kami.

“kami pulang!” ucapku dan JaeJoong hyung hampir bersamaan.

Saat itu juga, aku melihat gadis yang kemarin sedang duduk di sofa ruang tamu. Kuhampiri gadis itu, sementara JaeJoong hyung langsung masuk ke dalam.

“annyeong haseyo~” ucapnya sambil membungkuk padaku, tentunya aku juga membalasnya.

“kau kenapa bisa disini? bukannya aku kemarin tidak jadi memberi tau padamu letak rumahku?” tanyaku bingung, lalu duduk di sebelahnya dan ia mengikutiku.

“kemarin kau memang tidak memberi tau padaku dimana rumahmu, tapi di saputangan yang kau berikan kemarin itu ada namamu. dengan namamu itu, aku jadi bisa tau dimana rumahmu,” jelasnya.

“oh,”

“ah ya, ini saputanganmu, JunSu,” ucapnya sambil menyodorkan saputanganku.

“terimakasih. tapi ngomong-ngomong, siapa namamu?”

“Park HyeJin. panggil saja aku, HyeJin,”

“hm, baiklah. karena kau telah mengembalikan saputanganku, bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar? nanti kau akan kutraktir eskrim, deh. bagaimana?” usulku.

Ia hanya tersenyum lalu mengangguk cepat.

“Ibu, aku pergi dulu ya!” pamitku setengah berteriak.

“yaa,” jawabnya.

Kami berduapun keluar dari rumah, dan jalan-jalan di sekitar rumahku. Selama kami jalan-jalan, kami mengobrol banyak hal. Mulai dari rumahnya, sekolahnya, sampai hobinya. Aku sepertinya merasa cocok dengannya. Kami membeli dua buah eskrim, satu untuknya dan satu lagi untukku. Kami berdua makan eskrim di taman yang terletak di depan toko eskrim tadi, kami berdua kembali mengobrol. Ia juga sering membuatku tertawa dengan tingkahnya yang lucu. Menyadari hari semakin sore, kami memutuskan untuk kembali ke rumahku.

“mm, JunSu, aku pulang dulu ya. tolong pamitkan pada bibi, dan keluargamu yang lain. daah~” ucapnya lalu pergi menggunakan skuter pink-nya.

Setelah ia pergi, aku berjalan masuk ke dalam rumah. Bukannya pergi mandi, aku melainkan langsung berjalan menuju kamarku.

“naah, ketahuan. tadi itu pasti pacarmu. iya,kan?” ujar JaeJoong hyung yang sedang membaca komik di kasurku begitu aku masuk ke dalam rumah.

“YA! hyung kenapa bisa ada disini?” tanyaku balik.

“hyung malas berada di kamar hyung. ayolah, kau mengaku saja kalau tadi itu pacarmu. iya,kan?”

“sudah kukatakan kalau gadis tadi itu bukanlah pacarku. aku saja beru mengenalnya,”

“kalau baru mengenalnya kenapa bisa saputanganmu ada padanya?”

DEG. Harus kujawab apa ini?

Aku diam tidak menjawab pertanyaannya, melainkan mengambil baju di lemari, lalu berjalan menuju kamar mandi.

Selesai mandi, aku turun ke bawah untuk makan malam bersama. Makan malam kali ini adalah makan malam yang paling tidak kuinginkan. Masalahnya, JaeJoong hyung selalu saja menggodaku tentang HyeJin. Dan parahnya, ayah dan ibu bukannya menghentikan hyungku, tapi malah ikutan menggodaku. Selesai makan malam, aku langsung membawa piring kotorku ke dapur, lalu bergegas naik ke lantai atas. Kurebahkan tubuhku yang sangat capek ini di kasur. Sambil memainkan ponselku, aku menimbang-nimbang sesuatu. Beranikah aku untuk mengajaknya jalan-jalan? Setelah 5 menit berpikir, akhirnya kubernikan untuk memencet nomor teleponnya.

“halo?” sapanya, “siapa ini?”

“a..aku JunSu, HyeJin-ah,” jawabku sedikit gugup.

“ah ya, JunSu. ada apa? kenapa malam-malam menelponku?”

“tidak. mm, apa yang sedang kau lakukan sekarang?” tanyaku basa-basi, berusaha agar tidak gugup.

“aku sedang mengeringkan rambutku. ada apa?”

“ah, tidak. besok kau ada waktu?”

“mm, ada. kenapa?”

“mm..” aku bingung mau mengatakan apa padanya. Tidak mungkinkan, kalau aku mengajaknya berkencan. Kamikanbaru saja berkenalan, “maukah kau besok menemaniku jalan-jalan lagi?” tanyaku pada akhirnya.

“mm.. boleh. kapan? dimana?” tanyanya.

Aku bersorak dalam hatiku. Kemudian kuberitau dia kapan dan dimananya.

“baiklah,”

“yasudah, aku tidur dulu, HyeJin-ah. malam~” ucapku mengakhiri telepon.

“malam, JunSu~” balasnya.

 

Setelah telepon berakhir, kuletakkan ponselku di meja yang terletak tepat di sebelahku. Aku benar-benar tak sabar menunggu hari esok. Kupejamkan kedua mataku, mencoba untuk tidur. Dan sebentar saja, aku sudah berada di alam mimpi.

 

 

2 months later

Sudah 2 bulan sejak pertemuan kami saat itu. Sudah 2 bulan juga, aku dan HyeJin bersahabat. Selama 2 bulan ini, kami melakukan semua hal bersama-sama. Dan selama 2 bulan ini juga, aku sudah menyimpan rasa sukaku padanya.

Hari ini, aku berniat menjemput HyeJin di rumahnya untuk pergi jalan-jalan ke mall. Rencananya, aku mau menyatakan perasaanku padanya nanti pada saat kami makan malam bersama.

Sesampainya di rumah HyeJin, aku segera turun dari mobilku dan berjalan kedepan pintu rumahnya. Kemarin aku memang tidak memberi taunya kalau hari ini aku akan mengajaknya jalan-jalan sekaligus makan malam, karena aku ingin memberinya kejutan. Hari ini, tepat tanggal 15 Desember, aku berulangtahun.

TOK.. TOK..TOK..

ceklek~

“ah, nak JunSu. ada perlu apa?” tanya seorang wanita, yang sudah cukup akrab denganku. Ia adalah ibu-nya HyeJin.

“selamat pagi, Bi. aku mau mencari HyeJin, aku ingin mengajaknya pergi. HyeJin ada tidak, Bi?” tanyaku sopan.

“loh? nak JunSu belum diberi tahu oleh HyeJin? HyeJinkansudah pergi ke Jepang pagi-pagi sekali. ah, pasti karena tadi terlalu terburu-buru, ia tidak sempat mengabarimu,”

“ke Jepang?” tanyaku meyakinkannya.

Ia hanya mengangguk menjawab pertanyaanku.

“pesawatnya berangkat jam berapa, Bi?”

“kalau tidak salah pukul 10. ada apa?”

“ah, tidak, Bi. yasudah, saya pamit dulu. permisi,” pamitku padanya sambil membungkuk, lalu sedikit berlari menuju mobil.

kalau pukul 10, berarti aku masih punya waktu 30menit lagi untuk menyusulnya ke bandara, ujarku dalam hati.

Segera kujalankan cepat mobilku menuju bandara yang letaknya lumayan jauh dari bandara. Sesampainya di bandara, aku segera memarkirkan mobilku, lalu berlari masuk ke dalam.  Kuharap HyeJin belum berangkat. Kulihat, ada sebuah pesawat yang baru saja lepas landas. Mudah-mudahan saja itu bukan pesawat yang dinaiki HyeJin.

“permisi, kalau boleh tau, pesawat yang akan berangkat pagi ini, sudah berangkat atau belum?” tanyaku pada seorang pegawai di bandara ini.

“pesawat yang baru saja lepas landas barusan, adalah pesawat yang menuju Jepang pagi ini,” jawabnya.

Tubuhku langsung lemas seketika. Bodoh, kenapa tidak daridulu saja aku mengatakan yang seujujurnya pada HyeJin?

Aku berjalan malas menuju tempat mobilku kuparkirkan. Dengan malas, aku menyetir mobilku pulang ke rumah.

 

 

1 months later

Sudah 1 bulan semenjak kepergian HyeJin ke Jepang. Dan selama itu juga, HyeJin tak memberikan kabar apapun padaku.

Pagi ini, aku ingin pergi jalan-jalan bersama EunHyuk. Saat keluar dari rumah, aku menemukan sebuah amplop hijau dan boneka lumba-lumba yang lucu tergeletak di kursi teras rumahku. Saat kubaca, ternyata itu untukku. Aku duduk di kursi teras, sambil membuka amplop itu. Dan ternyata, di dalam amplop itu ada sebuahsurat. Segera kubaca isisuratitu.

 

Untuk JunSu-ku yang imut,

JunSu-ah, bagaimana kabarmu sekarang? Bagaimana dengan JaeJoong oppa, paman, dan bibi? Apa mereka semua baik-baik saja? Yah, kuharap begitu.

Maaf, dulu aku meninggalkanmu tanpa pamit. Aku sedang terburu-buru saat itu. Aku pergi ke Jepang, untuk melanjutkan kuliahku yang sempat tertunda tahun lalu. Kau pasti bingung, kan? Oke, akan kujelaskan semua ini. Sebenarnya, umur kita sama dan seharusnya juga saat ini aku masih sma, sama sepertimu. Namun, saat sd, aku mengikuti kelas akselerasi. Dan itulah yang membuatku sudah kuliah sekarang.

Ohya, aku lupa mengucapkan selamat ulang tahun padamu. Selamat ulang tahun, JunSu-ah. Aku juga memberimu hadiah berupa boneka lumba-lumba yang kukirim bersama dengan surat ini. Awalnya, aku bingung mau memberimu hadiah apa, namun begitu aku ingat kalau suaramu itu mirip lumba-lumba, jadilah aku memberimu hadiah boneka lumba-lumba. ehehe ^^ walaupun aku sudah terlambat mengucapkannya dan memberimu hadiah, kau mau menerimanya, kan?

Singkat saja, sebenarnya maksutku menulis surat ini adalah aku ingin mengucapkan sesuatu padamu.Entah kenapa aku terlalu percaya diri dengan apa yang mau kuungkapkan padamu. Terserah, kau mau menerimaku atau tidak.

JunSu-ah, aku mencintaimu. Aku ingin kau menjadi pacarku. Maukah kau?

Salam hangat, HyeJin.

 


SM TOWN in “Vogue” and “W”

Photos courtesy of “Vogue Korea” and yurui.kr

via Hotshotlover30 @ soompi


HAPPY BIRTHDAY RYEOWOOK!!

saengil chukahamnida
saengil chukahamnida
saranghaeneun RyeoWook oppa
saengil chukahamnida..

saengil chukae, oppa!!
wish you all the best :DD


SJM Play Magazine June Edition


FanFiction / untitled fanfiction chapter 2

======================================================

@ HaeShin

“mulai sekarang, Choi SiWon akan kembali bekerja seperti dulu. namun, kali ini ia akan menjabat sebagai wakil presdir,” ucap Ayah pada saat rapat pagi ini.

Seluruh peserta rapat, langsung bertepuk tangan untukku, dan aku hanya bisa tersenyum lalu membungkuk pada mereka semua.

“baiklah, sekarang kalian bisa kembali bekerja di ruangan kalian masing-masing. terimakasih atas waktunya,” ucap Ayah kemudian seluruh peserta rapat meninggalkan ruangan.

Setelah tinggal kami berdua di ruangan ini, kami akhirnya ikut meninggalkan ruangan. Sesampainya di ruang kerjaku, aku menemukanMinHodan HyeJin tengah menungguku sambil mengobrol di sofa.

“ya hyung, selamat bekerja lagi! tapi kenapa kau tidak mengambil jabatanmu yang dulu, huh? aku sangat berharap kau mengambil jabatanmu dulu sehingga aku bisa lebih santai dari yang sekarang,” ucapMinHo.

“katamu dulu, kau sangat ingin mempunyai jabatan ini,kan? yasudah, sebagai kakak yang baik, aku akan memberikan jabatan itu padamu,” jawabku.

“ah, tau begitu aku dulu tak mengatakan hal itu,” ucapnya lemas lalu kembali duduk di sofa.

“oppa, selamat bekerja lagi!” ucap HyeJin lalu tersenyum padaku.

Kubalas senyumannya lalu menjawab, “terimakasih,”

“Nak, Ayah pergi dulu. sekali lagi, selamat bekerja!” ucap Ayah sebelum pergi meninggalkan kami bertiga.

“hyung, kami berdua pergi dulu. daah~” ucapMinHolalu menggandeng tangan HyeJin, dan pergi meninggalkanku sendirian.

 

Kulangkahkan kakiku menuju ke kursi kerjaku, lalu duduk disitu.

SiWon P.O.V end

 

Author P.O.V

“oke, kita berpisah disini, sayang. kembalilah bekerja!” ucapMinHolalu memberikan senyumannya pada HyeJin.

HyeJin mengangguk, “baiklah oppa. sampai nanti!” ucapnya lalu pergi meninggalkanMinHo.

Setelah ditinggal HyeJin,MinHoakhirnya melangkahkan kakinya menuju ruangannya. Saat ditengah jalan menuju ruangannya,MinHobertemu dengan Krystal, teman HyeJin yang sangat menyukainya.

“selamat pagi!” ucap Krystal lalu tersenyum dan membungkukkan badannya.

“pagi juga, SooJung. kau tidak bekerja?”

“aku bekerja, hanya saja tadi aku baru saja kembali dari kamar mandi,”

“oh, yasudah. kalau begitu, kembalilah ke ruanganmu!” ucapMinHosambil melangkah pergi meninggalkan Krystal.

“eh? presdir Choi! tunggu sebentar!” seru Krystal setengah berteriak.

MinHoyang mendengar dirinya dipanggil, segera menghentikan langkahnya, lalu berbalik menatap orang yang memanggilnya tadi, “ya? ada apa kau memanggilku?”

“em.. itu.. maukah presdir menemaniku di acara peresmian salon baru milik bibiku?” tanya Krystal gugup.

“kapan?”

“besok malam. bagaimana?”

“hm.. nanti aku beri tau. berapa nomor ponselmu?” tanyaMinHolalu mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.

Krystal pun langsung memberi tau nomor ponselnya itu padaMinHo. Setelah mendapatkan nomor ponsel Krystal,MinHolangsung pergi meninggalkannya.

“yes, akhirnya aku berhasil juga. mudah-mudahan saja dia mau menemaniku,” gumam Krystal sambil senyum-senyum sendiri, sebelum ia pergi kembali ke ruangannya.

Author P.O.V end

 

MinHoP.O.V

“tadi kenapa tiba-tiba SooJung memintaku untuk menemaninya ke peresmian salon milik bibinya, ya?” gumamku.

“aku harus menerimanya atau menolak?” tanyaku pada diriku sendiri, “tapi apakah aku besok malam memiliki waktu luang?”

Kumainkan ponsel blackberry hitam-ku. Menimbang-nimbang jawaban apa yang harus kuberikan pada SooJung. Memang, besok malam aku tidak ada acara. Namun, aku takut jika HyeJin, kekasihku yang pencemburu itu, memergokiku sedang jalan bersama SooJung. Aku sebenarnya bisa saja mengatakan kalau aku hanya menemani SooJung untuk menghadiri peresmian salon milik bibinya, tapi masalahnya, HyeJin itu orangnya sangat pencemburu. Pernah dia melihatku jalan dengan sepupuku yang baru pulang dari Inggris, dan dia cemburu berat dengan itu. Padahal aku juga sudah memberitaukannya kalau Stephanie itu adalah sepupuku. Namun tetap saja ia tidak percaya padaku. Maka dari itu, sekarang aku sedikit hati-hati apabila jalan dengan cewek selain HyeJin. Aku harus minta ijin dulu padanya.

Dan kali ini, apa yang harus kulakukan? Menyetujui permintaan SooJung atau menolaknya? astagaa, ini semua membuatku pusing.

 

05.45 pm KST

Akhirnya tiba juga saatnya pulang. Aku segera melangkah keluar dari ruanganku dan pergi ke ruangan SiWon hyung. Sore ini, kami mempunyai rencana untuk makan malam bersama di restoran favorit kami.

Saat aku sampai di depan pintu ruangan SiWon hyung, aku mendengar SiWon hyung sedang berbicara pada seorang wanita. Tunggu, sepertinya aku mengenal suara ini. Bukankah ini suara HyeJin? hei, untuk apa ia ke ruangan SiWon hyung?

 

“aku harap besok malam kau bisa menemaniku, HyeJin,” ucap SiWon hyung.

“akan kuusahakan, oppa,” jawab HyeJin, “mm, aku kembali ke ruanganku dulu. sampai besok!”

Aku segera merapatkan tubuhku pada dinding, agar saat HyeJin keluar, ia tak melihatku. Setelah HyeJin keluar, aku segera masuk kedalam, dan bersikap seolah-olah aku tak mendengar obrolannya dengan HyeJin barusan.

“hai hyung!” sapaku begitu masuk kedalam ruangannya.

SiWon hyung mendongak menatapku, “ada apa?”

“YA! apa kau lupa, huh? kita hari ini akan makan malam di restoran favorit kita,kan? astagaa, pikun sekali kau ini, hyung!” ucapku

SiWon hyung memukul kepalanya dan berkata, “maaf, aku lupa. baiklah, kita pergi sekarang?”

“tidak. besok kita baru pergi. sekarang lah hyung, mau kapan lagi?”

“hah, kau ini kenapa sih? yasudah, ayo pergi sekarang!” ucapnya lalu berdiri dari kursinya dan berjalan menuju pintu, sedangkan aku mengikutinya dari belakang.

 

Sesampainya di tempat parkir, kami masuk kedalam mobil A4 Audi silver milik hyung-ku ini. Aku memang sengaja tidak bawa mobil hari ini.

Tak sampai satu jam, kami sudah sampai di restoran tujuan kami. Kami segera turun dan masuk kedalam restoran. Setelah kami duduk, barulah kami memesan makanan. Setelah kami memesan makanan, kami pun mengobrol seperti biasanya.

 

“hyung!” panggilku.

Ia yang sedang asyik bermain dengan ponselnya, mendongak menatapku, “ada apa?”

“besok malam kau ada acara tidak?”

“ada. kenapa?”

“acara apa?” tanyaku ingin tahu.

“memangnya kenapa, hm?”

“aku tanya, kau ada acara apa besok malam?” tanyaku lagi.

“kau tidak perlu tau. itu urusanku,MinHo,” tepat setelah SiWon hyung menjawab, seorang pelayang menyajikan semua pesanan kami.

Lalu, kami semua makan dalam keheningan. Tidak ada yang mengeluarkan suara, selain suara sendok dan garpu kami.

Setelah menghabiskan semua makanan ini, SiWon hyung segera membayar semua ini, baru kemudian kami pergi meninggalkan restoran ini.

“kami pulang!” seruku begitu kami masuk kedalam rumah.

SiWon hyung, begitu kami masuk kedalam rumah, langsung pergi menuju kamarnya, sementara aku langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan.

Selesai mandi, aku kembali ke kamar dan merebahkan tubuhku di kasur. Kumainkan lagi ponselku di tanganku, sebelum akhirnya aku memencet sebuah nomor lalu menempelkan ponselku di telingaku.

“halo?” sapaku.

“besok aku bisa menemanimu. kita berangkat pukul berapa?”

“ah, baiklah. aku akan menjemputmu besok. sampai besok!” ucapku lalu mematikan telepon.

 

Kupejamkan mataku, berusaha untuk tidur. Tak lama kemudian, aku sudah tertidur dengan nyenyak.

P.O.V end

 

Author P.O.V

“baiklah oppa, sampai besok!” ucap Krystal lalu memutuskan telepon.

“YES! aku berhasil kencan denganMinHooppa! kesempatan ini tak boleh kusia-siakan! besok, aku harus tampil secantik mungkin! akan kuhubungi unnie-ku untuk meriasku besok,” ucapnya senang.

Tak lama kemudian, Krystal sudah berbicara dengan orang lain di telepon.

“halo?” sapa orang yang diseberang. Jino. Ya, Krystal memang sedang menelpon Jino sekarang.

“Jino? aaa, aku berhutang padamu, boy!” ucap Krystal.

“maksutmu?”

“aku berhasil mengajakMinHooppa kencan!” jawab Krystal senang, “terimakasih atas idemu. aku berhutang padamu,”

Jino hanya diam menahan rasa sakit yang ada di hatinya. Bagaimana bisa Jino tidak sakit hati mendengar cewek pujaannya itu mengatakan padanya kalau ia akan kencan dengan cowok lain, dan itu berkat idenya.

“Jino?” tanya Krystal, “kau masih disana,kan?”

“iya. kalau begitu, selamat Krystal-ah!”

“terimakasih, Jino. yasudah, sekarang aku mau tidur dulu. sampai besok!” ucapnya mengakhiri telepon.

“have nice dream, sweetie,” ucap Jino lirih begitu Krystal mematikan teleponnya.

Author P.O.V end

 

SiWon P.O.V

07.45 pm KST

Malam ini, untuk menghadiri drama musical KyuHyun, aku memakai kemeja putih serta jas hitam dengan celana panjang yang berwarna sama dengan warna jas-ku.

 

“Ayah, Ibu, aku pergi dulu,” pamitku pada kedua orangtua-ku yang sedang makan malam bersama.

Tak lama,MinHo, adikku, keluar dari kamarnya mengenakan pakaian resmi, dan berpamitan pada kedua orangtua kami.

“Ayah, Ibu, aku pergi dulu. daah~” ucapMinHolalu pergi meninggalkan kami.

“loh? kok MinHo pergi sendiri?” tanya Ibu bingung melihatMinHopergi terburu-buru.

“MinHotidak pergi bersamamu, Nak?” tanya Ayah.

“tidak. aku tidak tauMinHoakan pergi kemana. Ayah, Ibu, aku pergi dulu!” pamitku sekali lagi lalu berjalan menuju garasi.

Aku segera masuk kedalam mobilku dan menyalakannya, baru kemudian mengeluarkannya dari garasi. Hanya butuh waktu 30 menit, aku sudah sampai di depan rumah HyeJin. Aku segera turun dari mobil, dan berjalan menuju pintu rumahnya. Kuketok pintu rumahnya pelan.

TOK.

TOK.

TOK.

ceklek.

HyeJin membuka pintunya begitu aku selesai mengetuk pintunya yang ketiga kalinya.

“oppa sudah datang? silakan masuk dulu, oppa!” ucapnya mempersilakanku masuk.

Ia berjalan masuk kedalam rumahnya, dan aku mengikutinya dari belakang.

“oppa duduklah dulu. HyeNa!” ucapnya.

“ya kak, ada apa?” tanya HyeNa pada kakaknya, HyeJin.

“kau temani SiWon oppa dulu. kakak mau ganti baju,” perintah HyeJin lalu pergi menuju kamarnya.

“SiWon oppa?!” panggil HyeNa senang.

Aku berdiri dan tersenyum kearahnya.

“oppaaa~ aku rindu sekali padamu!” ucap HyeNa sambil berlari memelukku. HyeNa dan aku mempunyai hubungan yang cukup dekat. Bahkan, aku sudah menganggapnya sebagai adikku sendiri.

Kubalas pelukannya itu sambil berkata, “oppa juga sangat merindukanmu, HyeNa-ah. bagaimana kabarmu?”

Dilepasnya pelukannya lalu ia menatapku, “baik. bagaimana dengan oppa? menyenangkan kah oppa selama di Amerika?” tanyanya lalu duduk di sofa, dan aku pun mengikutinya dengan duduk di sebelahnya.

“syukurlah. oppa juga baik-baik saja. ya begitulah, ada enaknya ada juga tidak enaknya. enaknya, oppa bisa sekalian liburan disana. tidak enaknya, pekerjaan oppa disana lebih berat dan oppa juga sangat rindu pada keluarga oppa diKorea,”

“oppa tidak merindukanku, ya?” tanya HyeNa.

Aku tertawa mendengar pertanyaan HyeNa.

“YA! oppa kenapa malah tertawa, huh?”

Kucubit hidungnya dengan gemas, “adikku, aku tadi sudah mengatakan padamu kalau oppa juga rindu padamu,” jawabku.

Lalu, kamipun mengobrol panjang lebar tentangnya dan tentangku selama di Amerika. Tepat saat aku akan melihat jam yang ada di tanganku, HyeJin keluar dari kamarnya dan menghampiri kami.

“kau sangat cantik, HyeJin-ah,” ucapku sambil berdiri dari dudukku dan menatapnya yang sekarang sudah memakai gaun putih pendek.

“ah, oppa biasa saja,” ucapnya malu.

Aku tersenyum padanya lalu mengulurkan tanganku, “ayo pergi putri cantik,”

Ia menyambut uluran tanganku, dan kemudian kami berjalan menuju pintu rumahnya.

“HyeNa, kau jaga rumah ya. oppa mau membawa kakakmu pergi sebentar. hati-hati di rumah!” pesanku sebelum aku masuk kedalam mobil.

“siap, bos!” ucapnya lalu tertawa.

Aku segera masuk kedalam mobilku, dan kemudian menjalankannya menuju tempat dimana drama musical KyuHyun berlangsung. Aku segera turun dari mobil begitu sampai di tempat tujuan. Kubukakan pintu HyeJin, lalu mempersilakannya turun.

“silakan turun putri” ucapku lalu tersenyum kepadanya.

“terimakasih oppa,”

Kugandeng tangannya masuk kedalam, dan duduk di kursi VIP yang sudah diberitahu oleh KyuHyun. Tepat setelah kami duduk, drama musical itu dimulai.

Kami berdua dan penonton lain menikmati drama musical ini. Setelah dua jam berlangsung, drama musical itu selesai. KyuHyun, menurutku, cukup bagus memerankan perannya sebagai ______. Kemudian, aku mengajak HyeJin ke backstage, tempat dimana KyuHyun sekarang berada.

“yaa, Kyu! kau sangat bagus tadi! aku menyukainya,” pujiku setelah bertemu dengan KyuHyun.

“aah, terimakasih, SiWon-ah,” ucapnya, “ngomong-ngomong siapa dia? apa dia pacarmu, hm?” lanjutnya.

“kau ini! dia bukan pacarku! dia pacarMinHo. kenalkan, dia namanya HyeJin. HyeJin, dia KyuHyun,”

“tidak usah dikenalkan, dia pasti sudah tau aku. akukanartis terkenal. hahaha. salam kenal, HyeJin-ah,” ucap KyuHyun sambil menjabat tangan HyeJin, dan tersenyum padanya. HyeJin pun membalas senyumannya itu.

“cih, dasar sombong!”

“biarin. week,” ucapnya sambil menjulurkan lidahnya padaku.

“Kyu, cepat! setelah ini kau masih ada kegiatan lagi!” seru seseorang, yang dapat kutebak kalau ia adalah manager-nya KyuHyun.

“sepertinya kau sibuk, Kyu. kami pergi dulu. sampai jumpa!” ucapku.

“terimakasih sudah mau mengunjungiku. sampai jumpa!” balasnya lalu tersenyum.

Kugandeng tangan HyeJin pergi menuju tempat parkir, dimana mobilku kuparkirkan disitu.

“setelah ini, apa yang akan kita lakukan?” tanyaku begitu kami berada di dalam mobil.

“entahlah,” jawabnya singkat.

“bagaimana kalau kita makan malam?” tanyaku, “kau belum makan,kan?”

“mm.. baiklah. kebetulan juga aku sudah lapar. ehehe,”

Kujalankan mobilku ke restoran favoritku, yang terletak tak jauh dari tempat drama musical KyuHyun. Setelah sampai, kami pun segera masuk ke dalam.

“kau ingin makan apa, HyeJin-ah?” tanyaku setelah aku selesai memesan makanan yang kuinginkan.

“aku yang ini saja, oppa,” ucapnya sambil menunjuk Mie goreng.

“minumnya?”

“orange juice,” jawabnya.

Setelah pelayan tadi mencatat seluruh pesanan kami, ia pun pergi meninggalkan kami. Kami pun mengobrol sambil menunggu pesanan kami, sampai akhirnya, dua orang yang masuk dari pintu itu mengalihkan perhatianku dan HyeJin. Ya, dia adalahMinHodan Krystal.

SiWon P.O.V end

 

HyeJin P.O.V

I..itukanMinHooppa. Sedang apa ia disini bersama Krystal? Kenapa ia terlihat akrab dengannya ? Setauku, MinHo oppakanjarang mengobrol dengan Krystal.Adaapa ini? Argh..MinHooppa, kenapa kau selingkuh di belakangku?!

Aku langsung berdiri dari tempatku, dan berjalan keluar dari restoran. Teriakan dari SiWon oppa tak kugubris, aku terus saja berjalan keluar. Aku ingin menenangkan diriku saat ini.

 

“HyeJin!” teriakan itu, sekali lagi terdengar di kupingku. Maaf oppa, aku sedang tak ingin diganggu saat ini. Maaf.

Aku segera mencegat taksi yang saat itu kebetulan lewat, dan masuk ke dalamnya. Aku mengatakan tujuanku pada sopir taksi itu. Tak sampai 30menit, aku sudah sampai di depan rumahku. Setelah membayar, aku segera masuk ke dalam rumahku.

“eonnie?!” ucap adikku, HyeNa, begitu aku masuk ke dalam secara tiba-tiba.

Aku tak menggubrisnya, melainkan langsung berjalan menuju kamarku, dan menutupnya keras serta menguncinya.

“eonnie!! eonnie kenapa? eonnie tidak apa-apa,kan? eonnie!!” serunya. Mungkin ia kawatir padaku. Maaf HyeNa, eonnie sedang tak mau diganggu oleh siapapun.

Kutumpahkan semua airmataku yang sudah kutahan sejak tadi. Aku benar-benar tak menyangka,MinHooppa akan berbuat seperti itu lagi. Sekilas, kulihat fotoku denganMinHooppa saat kami sedang liburan di Jeju tahun lalu. Difoto itu, aku menatap kamera, sementaraMinHooppa mencium pipi kananku. Dulu, dia sudah pernah berjanji untuk tidak berbuat seperti itu lagi. Tapi, kenapa dia menghianatinya?!

Samar-samar aku mendengar adikku berbicara dengan seseorang. Aku yakin, pasti orang itu adalah SiWon oppa. Maaf oppa, aku sudah membuatmu khawatir.

HyeJin P.O.V end

 

SiWon P.O.V

Aku langsung menaiki mobilku, dan menjalankannya menuju rumah HyeJin. Aku tau, dia pasti sangat kesal melihatMinHo. Setelah sampai di rumahnya, aku segera mengetuk pintunya dan masuk kedalam, setelah dipersilakan.

 

“HyeNa, mana kakakmu?” tanyaku.

“kakak setelah pulang tadi langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. sebenarnya, apa yang terjadi oppa?” tanyanya kawatir. Ia pasti sangat khawatir pada kakaknya yang tiba-tiba seperti itu.

“tidak, tadi hanya ada sedikit masalah. mm.. bolehkah oppa menunggunya disini?” tanyaku.

HyeNa hanya mengangguk kepadaku.

“boleh oppa permisi ke dapur? oppa mau membuatkan kakakmu makan. kau sudah makan?” tanyaku.

“aku sudah makan kok, oppa. silakan saja, kalau mau membuatkan kakak makanan,”

Kulangkahkan kakiku menuju dapur rumah HyeJin. Kubuka kulkasnya yang terletak disudut dapur, dan mengambil beberapa bahan untuk membuat makanan kesukaan HyeJin. Setelah mendapatkan bahan-bahannya, aku segera mulai memasak.

Setelah hampir 30menit berada di dapur, akhirnya Bulgogi yang kubuat telah matang. Aku langsung meletakkannya di meja makan, lalu berjalan ke ruang tengah. Kulihat HyeNa sudah tertidur di sofa. Aku tersenyum memandangnya, lalu menggendongnya. Kuketuk pintu kamar HyeJin. Tak butuh waktu lama, HyeJin membukakan pintunya.

“astaga! ada apa dengan adikku?” tanyanya kawatir.

“boleh aku masuk ke dalam?” tanyaku. Tanpa menunggu jawabannya, aku langsung masuk ke dalam kamar HyeJin, dan meletakkan HyeNa di kasur.

“ada apa dengannya?” tanyanya setelah aku berjalan mendekatinya.

“adikmu tadi ketiduran di sofa. karna tak tega melihatnya, maka aku membawanya ke kamarmu,” jawabku.

“oh,” ucapnya singkat.

Keadaan kembali hening karena kami sama-sama tidak mengeluarkan suara.

“mm, kau belum makan,kan? sebaiknya kau makan dulu. aku sudah membuatkanmu Bulgogi!” kataku.

“…” ia hanya diam memandangku.

“kau kenapa memandangku seperti itu?” tanyaku.

“ah, tidak,” ucapnya sambil memalingkan mukanya dariku, “tadi kata oppa, oppa bikin bulgogi buat aku. benarkah?”

“hm,” aku mengangguk menjawabnya, “ayo kita makan sekarang!”

Kami duduk di kursi meja makan. Kuambilkan nasi untuk HyeJin. Aku hanya tersenyum melihatnya makan dengan lahap. pasti ia sangat kelaparan sekarang, pikirku.

“oppa? oppa tidak makan? bukannya tadi oppa bilang kalau oppa sangat lapar?” tanyanya sambil melihatku.

“ah, tidak. kau saja yang makan. oppa sudah kenyang kok,”

“kenyang? kenyang darimana? tadikankita tidak jadi makan. ayolah, oppa temani aku makan!”

“tidak usah, HyeJin-ah. oppa sudah kenyang,” tolakku lagi.

“oppa yakin?” tanyanya.

Aku hanya bisa mengangguk, menahan rasa lapar pada perutku ini.

Kriuuk..

“ahaha, sudah kubilang oppa pasti lapar. ayo makan! hahaha,” tawanya.

Sial, kenapa mesti seperti ini sih?

Aku pun mengambil piring serta nasi dan bulgogi. Kami berdua makan bersama. Terkadang, aku dan HyeJin saling menyuapi satu sama lain.

HyeJin-ah, andai saja kau tau kalau aku sudah menyukaimu sejak dulu, kataku dalam hati sambil memandangnya yang sedang menikmati bulgogi buatanku.

“sudah malam. aku harus pulang sekarang. maaf atas kejadian tadi. permisi,” pamitku lalu mengambil jasku, baru kemudian berjalan menuju pintu.

“hati-hati di jalan, oppa!” pesannya sambil melambaikan tangannya padaku dan tersenyum manis.

Kubalas senyumannya itu, lalu menyalakan mobilku, dan segera pulang ke rumah.

SiWon P.O.V end


FanFiction / untitled fanfiction chapter 1

Casts:

–        Park Hye Jin

–        Choi Min Ho

–        Choi SiWon

Other Casts: find them by your self

Author: mjjejelips

–a

HyeJin P.O.V

“oppa, bisakah kau menemaniku makan siang sekarang?” tanyaku lewat telpon pada pacarku,MinHooppa.

“ah, maaf sayang. oppa tidak bisa menemanimu. oppa sedang sangat sibuk sekarang. tidak apa-apa,kan?” jawabMinHooppa.

“ne..” ucapku lalu mengakhiri telepon.

Seperti inilah aku. Aku selalu kesepian setiap hari. Pacarku,MinHooppa, selalu saja tidak bisa menemaniku. Ia lebih sering berkutat dengan pekerjaannya sebagai presdir di perusahaan HaeShin, daripada bersamaku. Sudah limatahun aku menjalin hubungan bersamanya. Awalnya memang menyenangkan berpacaran dengannya karena duluMinHooppa belum sesibuk sekarang. Namun, tiba-tiba saja kakaknya, SiWon oppa, mundur dari jabatannya menjadi presdir dan memilihMinHooppa untuk menggantikannya. Dan sejak itulah aku tidak lagi bisa merasakan bagaimana menyenangkannya mempunyai pacar.

Segera kuhabiskan makan siangku, dan kembali bekerja. Namun tiba-tiba saja, aku tidak sengaja menabrak seseorang.

“maaf. aku benar-benar tidak sengaja. maaf sekali lagi,” ucapku sambil membungkuk.

“HyeJin?” ucap orang tadi.

Kudongakkan kepalaku, menatap wajah orang yang memanggilku tadi.

“SiWon oppa?” ucapku begitu melihat wajahnya.

“ya, ini aku. sedang apa kau disini? tidak bersamaMinHo?”

“aku barusaja selesai makan siang.MinHooppa tidak bisa menemaniku, ia sedang sangat sibuk sekarang,” jawabku.

“em.. bagaimana kalau kau menemaniku makan siang? sekalian, aku juga ingin mendengar ceritamu denganMinHosewaktu aku tinggal ke Amerika. maukan?” pintanya.

Kuanggukkan kepalaku, menyetujui ajakannya.

Kami pun mencari meja yang kosong untuk ditempati, lalu kami duduk dan SiWon oppa memesan makanan. Dan ternyata, sepulangnya ia dari Amerika, ia memesan makanan yang banyak. Yah, mungkin saja ia memang sedang kelaparan, dan bukannya berubah menjadi rakus. hahaha.

“jadi, bagaimana hubungan kalian selama aku di Amerika? kalian baik-baik saja,kan?” tanyanya setelah selesai memesan makanan yang menurutku cukup banyak untuk satuorang.

“begitulah oppa. semenjak oppa memberikan jabatan presdir padaMinHooppa, ia jadi jarang sekali menemaniku pergi makan siang atau jalan-jalan. ia lebih sering berkutat dengan berkas-berkas pekerjaannya. aku rindu dirinya yang dulu,” ucapku.

Tiba-tiba saja suasana menjadi hening. Kami sibuk dengan pikiran kami masing-masing, sampai akhirnya pelayan datang menghidangkan semua makanan yang dipesan SiWon oppa tadi. SiWon oppa mulai memakan makanannya.

“lalu, bagaimana oppa selama di Amerika?” tanyaku.

Ia meletakkan sumpitnya dan menjawab pertanyaanku, “asal kau tahu saja,.walaupun jabatanku disana sama seperti diKorea, tapi aku merasa lebih berat. dan aku juga kesepian disana. aku sangat merindukan keluargaku, juga kau,” jawabnya.

Lagi-lagi kami terdiam. SiWon oppa sibuk menghabiskan makanannya dan aku malah asik memandang keluar jendela. Kuperhatikan jam yang ada di tanganku. Sudah jam 3. Itu berarti aku harus kembali ke HaeShin sekarang.

“oppa, aku harus kembali ke kantor sekarang. maaf tidak bisa menemanimu lama-lama,” kataku lalu berdiri dari tempat dudukku.

“tunggu!” serunya sambil memegang tanganku, membuatku menoleh kepadanya.

“ya? oppa ada perlu apa lagi?” tanyaku.

“lebih baik aku ikut denganmu ke HaeShin. kau bawa mobil,kan?”

Kuanggukkan kepalaku.

“tidak apa, bila aku ikut denganmu?”

“memangnya oppa tidak bawa mobil?”

Ia menggeleng, “aku kan baru saja sampai di Korea. tadi aku kesini menggunakan taksi. koperku juga masih ada di taksi”

“oh, yasudah kalau begitu. ayo!” tanpa sadar, aku menggandeng tangannya keluar café menuju mobilku.

“eitt, tunggu sebentar. akukanbelum membayar makanannya dan aku juga belum membayar ongkos taksi,” ucapnya.

“ohiya. maaf.” ucapku lalu melepas tangannya.

SiWon oppa berjalan menuju kasir dan membayar makanan yang ia pesan tadi. Setelah itu, ia keluar mengambil kopernya dan membayar ongkos taksi. Baru kemudian, ia berjalan menghampiriku.

“ayo!”

Kami berdua memasuki mobil. Kali ini, SiWon oppa lah yang menyetir mobilku.

Setelah sampai di HaeShin, SiWon oppa memarkirkan mobilku dan kami pun keluar dari mobil. Kemudian, SiWon oppa mengambil kopernya dan kami mulai masuk kedalam kantor.

“baiklah, kita berpisah disini. sampai ketemu lagi!” ucap SiWon oppa sebelum kami berpisah.

HyeJin P.O.V end

Author P.O.V

SiWon berjalan sambil menarik kopernya menuju ke ruang presdir, tempat adiknya,MinHo, berada. Seluruh karyawan yang ada disitu langsung membungkuk begitu melihatnya.

TOK,

TOK,

TOK.

Diketuknya pintu ruangan adiknya itu. Ia memang sengaja ingin memberinya kejutan.

“masuk!” seru adiknya,MinHo.

CEKLEK.

Dibukanya pintu ruangan itu secara perlahan, dan masuk ke dalam.MinHo, yang masih asik dengan pekerjaanya itu mendongak melihat tamunya yang datang.

“HYUNG!” serunya girang saat melihat hyung-nya itu tengah berdiri di depannya sambil memegang koper.

Ia berlari kearah SiWon, dan memeluknya dengan erat, “hyung, aku kangen sekali padamu!” ucapnya.

“hah? apa kau bilang tadi? kau kangen padaku? pada hyung-mu ini? apa aku tidak salah dengar?” ucap SiWon

“YA! hyung ini! apa tidak boleh, jika aku merindukanmu? kitakansudah jarang bertemu,” ucapnya sambil melepaskan pelukannya.

“tidak boleh. hahaha,” tawanya. Ia memang sedang ingin bercanda pada adiknya yang sangat ia rindukan ini.

“YA,” ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.

“iyaiya. aku hanya bercanda, adikku sayang.”

“YA! hyung ini datang-datang membuatku kesal saja!”

Aku hanya tersenyum padanya.

“jadi, bagaimana kabarmu presdir? sulitkah pekerjaanmu sekarang?” tanyaku.

“ya hyung, kenapa kau dulu memilihku untuk menggantikanmu sih? kau tau, pekerjaan menjadi presdir ini membuatku gila! aku menyesal telah menyetujui ini semua. hah~” keluhnya.

“ya! kau ini. begitu saja sudah mengeluh? kau itu baru satu tahun jadi presdir saja sudah banyak mengeluh. bagaimana kalau kau jadi aku, yang sudah tiga tahun jadi presdir? dasar!”

“huh. eh, tapi, hyung bagaimana selama di Amerika? apa hyung sudah punya pacar?”

“hm, sebenarnya banyak wanita yang mendekati hyung-mu yang keren ini. tapi tidak ada satupun yang hyung suka. hahaha.”

“cih. bilang saja hyung tidak laku disana,” ejekMinHo.

“YA! apa kau bilang tadi? katakan sekali lagi padaku!” perintah SiWon sambil berdiri, berjalan mendekatiMinHosambil menarik lengan kemejanya sampai ke siku.

“h..hyung, m..maafkan aku. aku hanya bercanda ta … ahahaha! hyung, hentikan! aku cuma bercanda tadi! YA! ahaha,” tawaMinHobegitu SiWon menggelitikinya.

“aku tidak akan menghentikan ini, sebelum kau minta maaf padaku!”

“oke oke, aku minta maaf. puas, hah?”

Setelah MinHo minta maaf, barulah SiWon menghentikan perbuatannya itu, “puas. hahaha!”

“dasar hyung ini! pulang-pulang, bikin orang kesal saja,” gerutunya.

“biarin!” balas SiWon tanpa mengalihkan pandangannya dari koran yang ia baca.

“ah, aku hampir lupa!” ucapMinHosambil berdiri dan memegangi kepalanya, lalu mempersiapkan sesuatu.

“ada apa?” tanya SiWon sambil menatap adiknya.

“aku ada meeting limabelas menit lagi. aku pergi dulu hyung! kalau kau mau pergi, kau pakai saja mobilku. kuncinya ada di meja,” ucapnya lalu berjalan menuju pintu.

“oke, semoga meeting-nya lancar!” kata SiWon sebelum adiknya itu keluar dari ruangan.

Author P.O.V end

SiWon P.O.V

aah, lagi-lagi aku ditinggal sendirian. membosankan. hm.. apa enaknya, aku meminjam mobilnyaMinHodan pergi jalan-jalan ya? sepertinya itu lebih menyenangkan daripada aku harus menunggunya sendirian disini.

Kuambil kunci mobilMinHoyang tergeletak di meja kerjanya, dan kemudian mengambil koperku lalu pergi meninggalkan ruangannya.

Kududukkan badanku di kursi kemudi. Setelah memasukkan kuncinya, barulah kujalankan mobilnya pergi ke taman yang sering kukunjungi sebelum pergi ke Amerika. Tak sampai setengah jam, aku sudah sampai di tempat tujuan. Setelah memarkirkan mobil, aku keluar dan berjalan mengelilingi taman. Ketika mataku tak sengaja melihat ada sebuah kedai eskrim, aku berjalan kearah kedai tersebut dan membeli sebuah eskrim coklat, rasa eskrim favouritku. Setelah membeli eskrim, aku kembali berjalan-jalan sambil memakan eskrim. Aku menemukan sebuah bangku kosong di tengah taman, tepat saat eskrimku habis. Aku segera duduk disana.

“rasa itu lagi-lagi datang menghampiriku saat aku melihatmu tadi, sepulang dari Amerika,” gumamku.

“seharusnya dulu aku bisa memilikimu. tapi, aku kalah cepat dengannya,” gumamku lagi.

Tiba-tiba saja ponselku berbunyi, dan itu sukses membuatku tersadar dari lamunanku. Segera kuangkat telpon itu.

“halo?” sapaku.

“hyung, kau ada dimana sekarang?” tanyaMinHo.

“di taman. kenapa?”

“cepat kembali ke kantor! ibu sudah menunggu kita,”

“oke, tunggu sebentar,” ucapku lalu memutuskan telepon, dan segera pergi kembali ke kantor.

“YA! hyung lama sekali sih?” gerutunya, lagi-lagi sambil mengerucutkan bibirnya itu.

“kau ini.. hyung tadi sudah mencoba ngebut, tapi jalanan macet sekali. apa hyung harus terbang?!”

“terserah. yang penting sekarang, ibu sudah menunggu kita di rumah,”

“yasudah. cepat naik, bodoh!” perintahku.

Lagi-lagi ia mengerucutkan bibirnya begitu aku memanggilnya ‘bodoh’ sambil berjalan masuk ke dalam mobil.

“bagaimana meeting-mu tadi? sukses?” tanyaku setelah menjalankan mobil.

“sukses,” jawabnya singkat. Mungkin ia masih marah padaku. Karna aku tahu, kalau adikku ini memang paling benci jika harus disuruh menunggu.

“kau marah padaku, huh?” tanyaku.

Ia tidak menjawab pertanyaanku. Ia malah asyik mencari cd di kotak cd yang ia simpan di dashbor mobil.

“baiklah, aku minta maaf karna telah membuatmu menunggu. kau mau memaafkan hyung-mu ini,kan?”

Ia menoleh menatapku, “aku tidak marah kok. aku hanya sedang capek.  mana mungkin aku marah padamu, hyung,” ucapnya yang membuatku lega.

“ah, aku kira kau marah padaku,”

“enggak kok,” ucapnya sambil memasukkan sebuah cd kedalam music player-nya.

Karna macet, kami membutuhkan waktu satujam untuk sampai ke  rumah.

“kami pulang!” ucap kami berdua, hampir bersamaan.

“SiWon?” ujar ibu begitu kami tiba di rumah, dan langsung lari memelukku dengan senang, “ibu rindu sekali padamu, Nak!” ucapnya.

“aku juga sangat merindukanmu, Bu! oh ya, mana ayah?”

“ayahmu sudah menunggu kalian di meja makan. ayo!” ucap Ibu sambil menarik lenganku danMinHomengikuti kami di belakang.

“ayah!!” seruku senang sambil berlari kearah ayah dan memeluknya, “aku sangat merindukanmu, Yah!”

“ayah juga merindukanmu, Nak! bagaimana pekerjaanmu di Amerika? lebih berat atau bagaimana?” tanya ayah.

“lebih berat tentunya, Yah. padahal jabatanku sama, tapi entah kenapa aku merasa pekerjaanku disana lebih berat,” jawabku.

“tapi menyenangkan,kan? kau bisa sekalian liburan disana.”

Aku hanya tersenyum pada ayah.

“kalian belum makan,kan?” tanya Ibu yang tiba-tiba datang dari dapur.

Aku danMinHomenggeleng bersamaan.

“yasudah, ayo makan! Ibu sudah memasakkan makanan kesukaanmu, SiWon. Ibu ambilkan ya!” ucap Ibu sambil mengambilkan lauk kesukaanku.

“terimakasih, Bu,” ucapku.

“apa hanya hyung saja yang ibu ambilkan? bagaimana denganku? akukanyang termuda disini, jadi harusnya aku yang diambilkan,” gerutuMinHosaat Ibu mengambilkanku lauk, sementara ia tidak diambilkan.

“hahaha,” kami bertiga tertawa bersama mendengar ucapan MinHo itu, sementaraMinHo, lagi-lagi ia cemberut saat kami mentertawakannya.

“YA! kenapa kalian malah mentertawaiku?” tanyanya.

“kau ini sudah menjadi presdir, tapi sifatmu masih kekanak-kanakan sekali. hahaha,” ucapku lalu tertawa.

“biarin. week. Ibu, ambilkan aku lauk~” pintanya.

“iya iya, akan Ibu ambilkan,” ucap Ibu lalu mengambilkannya lauk.

Kami makan malam bersama dalam keadaan ramai. Ayah dan Ibu terus saja menanyaiku tentang pekerjaanku di Amerika, sementaraMinHo, ia berusaha mencari perhatian Ayah dan Ibu. Mungkin ia merasa di cuekin. hahaha, dasarMinHo.

Setelah makan, aku bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, baru kemudian aku ke kamar dan istirahat.

SiWon P,O.V end

Author P.O.V

“kenapa aku terus memikirkannya sejak bertemu kembali tadi siang? kenapa ini terjadi padaku? tidak, aku tidak boleh memikirkan SiWon oppa lagi. ingat HyeJin, kau sudah punya adiknya!” ucap HyeJin pada dirinya sendiri.

“YA! kakak kenapa? kenapa berbicara sendiri?” tanya HyeNa begitu masuk kedalam kamar kami. Kami memang tidur dalam satu kamar.

HyeJin hanya diam, tak menanggapi pertanyaan adiknya itu.

“kakak!!” ujarnya lagi.

“ada apa sih?”

“kakak kenapa tidak menjawab pertanyaanku?”

“aku hanya sedang tak ingin menjawabnya. sudah, ayo tidur! besok pagi kau harus sekolah,kan?” ajak HyeJin sambil merebahkan tubuhnya di kasur.

HyeNa berjalan ke arah HyeJin, dan ikut merebahkan tubuhnya di samping HyeJin.

“kak!” panggil HyeNa.

“hm..?”

“apa SiWon oppa sudah kembali dari Amerika?”

“hm..” jawab HyeJin malas. Ia memang sedang tidak ingin menjawab pertanyaan adiknya itu, selain itu ia juga sudah mengantuk.

“apa SiWon oppa sekarang semakin tampan, kak?” tanya HyeNa lagi sambil tersenyum sendiri. Ia memang sudah menyukai SiWon sejak dulu, dan ingin menjodohkannya dengan kakaknya itu.

“…”

Karena tak mendengar jawaban HyeJin, HyeNa berbalik menatap kakaknya itu, dan mendapatinya sudah tertidur dengan nyenyak. Ia tersenyum sambil kemudian menyelimuti dirinya dan kakaknya itu.

“mimpi indah, kak. selamat malam!” ucapnya.

Tak lama kemudian, HyeNa sudah tertidur dengan nyenyak disamping kakaknya, HyeJin.

Author P.O.V end

HyeJin P.O.V

Sinar matahari yang masuk melalui celah-celah jendela kamar memaksaku untuk membuka kedua mataku. Kulihat adikku masih tidur dengan nyenyak. Aku jadi tak tega membangunkannya. Kubelai lembut rambut adikku yang paling kusayangi ini. Kulirik jam weker yang ada di meja sebelah kasur. sudah jam 7. Aku beranjak dari tempat tidur dan melangkah pelan menuju dapur. Setelah sampai di dapur, aku bingung mau memasak apa untuk sarapan nanti. apa nanti sarapannya dengan roti baker saja?

“eunggh~ kaak!” panggil HyeNa.

Kutolehkan kepalaku menatap mukanya. ah, ternyata ia sudah bangun.

“kakak sedang apa?”

“kakak sedang bingung mau masak apa untuk sarapan kita nanti. kau mau sarapan apa?”

“terserah kakak saja mau masak apa. roti bakar saja itu sudah cukup bagiku,” ucapnya lalu mengambil handuk.

“baiklah,” jawabku.

Setelah HyeNa masuk ke dalam kamar mandi, aku segera menyiapkan roti tawar dan selai coklat. Selai coklat adalah selai roti favorit kami berdua. Hampir segala hal, kami berdua memiliki kesamaan. hahaha. Setelah itu, aku segera membakar rotinya.

Selesai membakar roti, aku duduk di sofa televisi yang ada di ruang tengah sambil menunggu HyeNa keluar dari kamar mandi.

15 menit kemudian, HyeNa sudah keluar dari kamar mandi, dan langsung menyambar roti bakar yang terletak di atas meja. Lalu ia menghampiriku dan duduk di sampingku sambil mengunyah roti.

“kak, kapan-kapan ajaklah SiWon oppa ke sini lagi seperti dulu!” ucapnya sambil tetap memakan roti bakar itu.

“ya, itu pun kalau ia sedang ada waktu luang. tapi kakak tidak janji. oke?”

“oke,” ucapnya lalu beranjak mengambil minum lalu memakai sepatunya.

“aku pergi dulu, kak!” pamitnya sebelum keluar dari rumah.

“hati-hati di jalan, ya!” seruku.

Keadaan kembali sepi begitu HyeNa pergi sekolah. Aku beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Pukul setengah 9, aku sudah siap untuk berangkat ke kantor. Kuambil kunci mobil yang tergeletak di meja makan, lalu berjalan menuju garasi. Segera kunyalakan mobilku, dan berangkat kerja. Namun, tiba-tiba saja mobilku tidak bisa dinyalakan. Entah karena apa, mobilku bisa jadi seperti ini. Padahal kemarin mobilku ini masih baik-baik saja.

Apa boleh buat, aku kembali menutup garasi dan masuk ke dalam rumah. Kuletakkan kembali kunci mobilku da tempatnya semula. Terpaksa hari ini aku berangkat menggunakan bus.

HyeJin P.O.V end

Author P.O.V

“hyung, kau mau berangkat bersamaku?” tanyaMinHopada kakaknya, SiWon, yang tengah membaca koran pagi.

“tidak. kau berangkat dulu saja, aku berangkat belakangan,” jawab SiWon tanpa mengalihkan pandangannya dari koran yang ia baca.

“yasudah. Ayah, Ibu, aku berangkat dulu!” pamitnya pada kedua orang tua-nya.

“hati-hati di jalan, Nak!” pesan Ibu.

Setelah MinHo pergi, Ayah mereka berjalan menghampiri SiWon yang masih asyik membaca koran.

“SiWon!” panggil Ayahnya.

“ya, Yah?” sahut SiWon sambil meletakkan korannya dan menatap Ayahnya itu.

“apa kau mau bekerja di HaeShin lagi?”

“tentu saja. tapi bolehkah aku minta sesuatu?”

“apa itu, Nak?”

“aku ingin bekerja lagi, tapi hanya sebagai wakil presdir. aku tidak ingin kembali memegang jabatan sebagai presdir, biarlahMinHosaja yang memegang jabatan itu. iakansudah lama menginginkan jabatan itu. bolehkan?”

Ayah tersenyum, “tentu saja, Nak. jadi, kau mau mulai kapan kembali bekerja di HaeShin?”

“besok?”

“baiklah. jadi hari ini kau masih bisa bebas, Nak. biar besok Ayah umumkan. Ayah pergi dulu,” ucap Ayah lalu pergi meninggalkan SiWon sendirian lagi di ruang tengah.

Author P.O.V end

SiWon P.O.V

Setelah Ayah pergi, aku bergegas kembali ke kamar untuk mengganti pakaianku. Kemeja putih berlengan panjang, yang ditekuk hingga siku, dengan celana hitam panjang, sepertinya bagus untuk kupakai. Setelah mengganti pakaian, aku segera keluar dari kamar dan mengambil kunci mobil.

“Ayah, Ibu, aku pergi dulu!” pamitku pada kedua orang tua-ku yang sedang memakan sarapannya.

“ya, hati-hati di jalan, Nak!” pesan Ibu.

Aku segera masuk kedalam mobil dan menyalakan mobil A4 Audi-ku. Segera kujalankan mobilku menuju rumah temanku, KyuHyun.

Tak sampai 30menit, aku sudah sampai di rumah besar milik KyuHyun. Ia adalah seorang penyanyi terkenal. Pantas saja kalau rumahnya begitu besar dan mewah.

TING TONG.

Kupencet bel rumahnya, dan tak lama seorang wanita keluar dari dalam. Aku tersenyum memandangnya. Ia adalah pembantu di rumah KyuHyun.

“oh, ternyata Nak SiWon. silakan masuk! Tuan KyuHyun sudah menunggu di dalam,” ujarnya mempersilakanku masuk.

Aku masuk kedalam rumahnya, dan langsung pergi ke kamar KyuHyun. Aku sudah hapal letak-letak di rumah KyuHyun, karna dulu aku sering bermain kesini. Kubuka pintu kamar KyuHyun dengan pelan, dan menemukannya sedang bermain game. ah, kegemarannya itu tak pernah hilang sejak kecil. Ia selalu saja bermain game. Game favouritnya itu adalah Starcraft. Aku sebenarnya juga suka bermain game, namun aku tidak se-maniak Kyu. hahaha.

“hey, Kyu!” sapaku lalu merebahkan tubuhku di kasurnya yang empuk ini.

“YA! kau ini selalu saja bikin orang kaget! tidak bisakah kau lebih pelan sedikit?” gerutu KyuHyun sambil menoleh menatapku yang sedang tiduran di kasurnya.

“aku tadi sudah mencoba menyapamu, tapi kau tidak menggubrisku. kau sedang asyik bermain game-mu itu,”

“ah, maaf. jadi, bagaimana kabarmu sekarang?” tanyanya lalu beranjak, dan tiduran di sebelahku.

“baik. bagaimana denganmu? apa albummu sukses?”

“baik. syukurlah, albumku sukses. kau tahu, albumku sudah terjual lebih dari 100.000 kopi. menarik, bukan?” ujarnya sambil tersenyum bangga.

“wow, selamat kalau begitu,” ucapku.

“oh ya, besok lusa aku akan tampil dalam drama musical-ku yang baru. kau mau hadir untuk mendukungku,kan?” tanyanya sambil menatapku penuh harap.

“akan kuusahakan,” jawabku.

“aku sangat mengharapkan kehadiranmu, sahabat!” ucapnya lalu beranjak dari kasur, “kau mau main game bersamaku?” tawarnya.

“boleh,” jawabku lalu berdiri menyusulnya.

Dan kemudian, kami bermain game bersama.

SiWon P.O.V end

MinHoP.O.V

“sayang, apakah kau sedang sibuk?” tanyaku lewat telepon pada pacarku, HyeJin.

“tidak. kenapa?” tanyanya balik.

“bisakah kita makan siang bersama? aku sedang sangat ingin bertemu denganmu,”

“em.. bisa,”

“baiklah, aku akan ke ruanganmu sekarang. tunggulimamenit!” ucapku lalu mematikan telepon.

Kuambil jas dan kunci mobilku, baru kemudian aku keluar dari ruanganku dan berjalan menuju ruangan tempat HyeJin bekerja. Hampir setiap orang yang melihatku, membungkuk padaku.

ceklek. Kubuka pintu tempat HyeJin bekerja. Disana juga terdapat 2 teman kerjanya, yang kuketahui bernama Jino dan SooYeon. Aku tersenyum terhadap keduanya begitu mereka membungkukkan badannya.

“ayo, sayang!” ujarku sambil menarik tangan HyeJin keluar ruangan.

MinHo P.O.V end

Author P.O.V

Begitu MinHo dan kekasihnya, HyeJin, pergi meninggalkan ruangan, SooYeon tampak cemburu pada mereka berdua. Ia menatap tempat HyeJin bekerja sambil memukul-mukul bolpoinnya pada meja. Jino yang melihat tingkah SooYeon, langsung menanyainya.

“YA! kau ini kenapa?” tanya Jino.

“…” SooYeon tak menjawab pertanyaan Jino. Ia masih tetap memandang tempat kerja HyeJin sambil memukul-mukulkan bolpoinnya ke mejanya.

“Jung Soo Yeon!” panggil Jino.

SooYeon menoleh kearah Jino, “ada apa sih?”

“seharusnya aku yang bertanya padamu. kau kenapa, huh?”

“Choi Jino, tidakkah kau tau kalau aku daridulu menyukai presdir kita, Choi MinHo?”

“yaa, aku tau itu sejak dulu. memangnya kenapa? kau cemburu pada HyeJin?”

“tentu saja. daridulu aku sangat menginginkan Choi MinHo menjadi pasangan hidupku,”

Jino hanya diam tak menanggapi omongan SooYeon. Sebenarnya, Jino sudah menyukai SooYeon sejak pertama kali mereka bertemu. Namun, belum sempat ia mengutarakan isi hatinya pada SooYeon, ternyata wanita yang ia sukai itu telah menyukai sosok cowok yang bernama Choi MinHo, presdir perusahaan HaeShin.

“Jino?!” panggil SooYeon sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Jino.

Jino langsung saja tersadar dari lamunannya, “ada apa?”

“maukah kau membantuku untuk bisa mendekatiMinHo?” tanyanya.

Belum sempat Jino menjawabnya, SooYeon sudah berkata lagi, “aku mohon, Jino!” pintanya.

Jino menghela napasnya dan berkata, “baiklah. aku akan membantumu,”

“aa, terimakasih Jino! kau memang sahabatku yang paling baik!” ujar SooYeon sambil memeluk Jino saking senangnya.

Jino yang dipeluk oleh SooYeon hanya bisa berharap kalau SooYeon tak akan melepaskan pelukan ini.

SooYeon melepaskan pelukannya, “sekali lagi, terimakasih,” ucapnya sambil tersenyum.

Jino hanya bisa membalas senyuman SooYeon.

Sementara itu,MinHodan HyeJin sedang menikmati makan siang mereka di tempat yang sama dikunjungi HyeJin kemarin.

“sayang, buka mulutmu!” ucapMinHo.

Setelah HyeJin membuka mulutnya,MinHomenyuapi HyeJin.

“bagaimana? enak,kan?” tanyaMinHo.

HyeJin hanya mengangguk sambil berusaha tersenyum, karena mulutnya penuh makanan.

“oh ya, kakakku sudah pulang dari Amerika kemarin,” ucapnya lalu memasukkan makanan kedalam mulutnya.

“ah, benarkah?” tanyaku pura-pura tidak tahu.

“ya. katanya, ia akan mulai bekerja lagi di HaeShin menjadi wakilku, wakil presdir,”

HyeJin hanya menganggukkan kepalanya. Tiba-tiba saja, ponselMinHoberbunyi. ada panggilan masuk.

“halo?” sapaMinHo“ah, baiklah. aku akan kembalilimamenit lagi,” “ya, terimakasih,” ucapnya mengakhiri telepon.

“sayang, bisakah kita kembali ke kantor sekarang?” tanyaMinHo.

“memangnya ada apa, oppa?”

“oppa lupa kalau oppa hari ini ada pertemuan dengan perwakilan perusahaan lain,”

“yasudah, kalau begitu kita kembali ke kantor sekarang. pelayan!” panggil HyeJin.

Setelah pelayan yang dipanggil HyeJin tiba di meja HyeJin dan MinHo, HyeJin yang awalnya hendak membayar, langsung dilarangMinHo. Dan akhirnya,MinHolah yang membayar makan siang mereka kali ini.

“sudah sampai!” seruMinHosetelah mobilnya diparkirkan, “maaf karena tidak bisa lama-lama,”

HyeJin tersenyum, “tidak apa-apa, oppa. aku tau, kalau kau sekarang sangat sibuk. jadi aku memaklumi itu,”

MinHo membalas senyuman HyeJin, “terimakasih karena sudah mengerti aku,” MinHo mendekatkan wajahnya ke kening HyeJin, dan ‘cup’, MinHo memberikan ciuman hangat di kening HyeJin sebelum mereka keluar dari mobil.

Author P.O.V end

TBC..