Just another WordPress.com site

Posts tagged “Kyuhyun

SJM Play Magazine June Edition


FanFiction / untitled fanfiction chapter 1

Casts:

–        Park Hye Jin

–        Choi Min Ho

–        Choi SiWon

Other Casts: find them by your self

Author: mjjejelips

–a

HyeJin P.O.V

“oppa, bisakah kau menemaniku makan siang sekarang?” tanyaku lewat telpon pada pacarku,MinHooppa.

“ah, maaf sayang. oppa tidak bisa menemanimu. oppa sedang sangat sibuk sekarang. tidak apa-apa,kan?” jawabMinHooppa.

“ne..” ucapku lalu mengakhiri telepon.

Seperti inilah aku. Aku selalu kesepian setiap hari. Pacarku,MinHooppa, selalu saja tidak bisa menemaniku. Ia lebih sering berkutat dengan pekerjaannya sebagai presdir di perusahaan HaeShin, daripada bersamaku. Sudah limatahun aku menjalin hubungan bersamanya. Awalnya memang menyenangkan berpacaran dengannya karena duluMinHooppa belum sesibuk sekarang. Namun, tiba-tiba saja kakaknya, SiWon oppa, mundur dari jabatannya menjadi presdir dan memilihMinHooppa untuk menggantikannya. Dan sejak itulah aku tidak lagi bisa merasakan bagaimana menyenangkannya mempunyai pacar.

Segera kuhabiskan makan siangku, dan kembali bekerja. Namun tiba-tiba saja, aku tidak sengaja menabrak seseorang.

“maaf. aku benar-benar tidak sengaja. maaf sekali lagi,” ucapku sambil membungkuk.

“HyeJin?” ucap orang tadi.

Kudongakkan kepalaku, menatap wajah orang yang memanggilku tadi.

“SiWon oppa?” ucapku begitu melihat wajahnya.

“ya, ini aku. sedang apa kau disini? tidak bersamaMinHo?”

“aku barusaja selesai makan siang.MinHooppa tidak bisa menemaniku, ia sedang sangat sibuk sekarang,” jawabku.

“em.. bagaimana kalau kau menemaniku makan siang? sekalian, aku juga ingin mendengar ceritamu denganMinHosewaktu aku tinggal ke Amerika. maukan?” pintanya.

Kuanggukkan kepalaku, menyetujui ajakannya.

Kami pun mencari meja yang kosong untuk ditempati, lalu kami duduk dan SiWon oppa memesan makanan. Dan ternyata, sepulangnya ia dari Amerika, ia memesan makanan yang banyak. Yah, mungkin saja ia memang sedang kelaparan, dan bukannya berubah menjadi rakus. hahaha.

“jadi, bagaimana hubungan kalian selama aku di Amerika? kalian baik-baik saja,kan?” tanyanya setelah selesai memesan makanan yang menurutku cukup banyak untuk satuorang.

“begitulah oppa. semenjak oppa memberikan jabatan presdir padaMinHooppa, ia jadi jarang sekali menemaniku pergi makan siang atau jalan-jalan. ia lebih sering berkutat dengan berkas-berkas pekerjaannya. aku rindu dirinya yang dulu,” ucapku.

Tiba-tiba saja suasana menjadi hening. Kami sibuk dengan pikiran kami masing-masing, sampai akhirnya pelayan datang menghidangkan semua makanan yang dipesan SiWon oppa tadi. SiWon oppa mulai memakan makanannya.

“lalu, bagaimana oppa selama di Amerika?” tanyaku.

Ia meletakkan sumpitnya dan menjawab pertanyaanku, “asal kau tahu saja,.walaupun jabatanku disana sama seperti diKorea, tapi aku merasa lebih berat. dan aku juga kesepian disana. aku sangat merindukan keluargaku, juga kau,” jawabnya.

Lagi-lagi kami terdiam. SiWon oppa sibuk menghabiskan makanannya dan aku malah asik memandang keluar jendela. Kuperhatikan jam yang ada di tanganku. Sudah jam 3. Itu berarti aku harus kembali ke HaeShin sekarang.

“oppa, aku harus kembali ke kantor sekarang. maaf tidak bisa menemanimu lama-lama,” kataku lalu berdiri dari tempat dudukku.

“tunggu!” serunya sambil memegang tanganku, membuatku menoleh kepadanya.

“ya? oppa ada perlu apa lagi?” tanyaku.

“lebih baik aku ikut denganmu ke HaeShin. kau bawa mobil,kan?”

Kuanggukkan kepalaku.

“tidak apa, bila aku ikut denganmu?”

“memangnya oppa tidak bawa mobil?”

Ia menggeleng, “aku kan baru saja sampai di Korea. tadi aku kesini menggunakan taksi. koperku juga masih ada di taksi”

“oh, yasudah kalau begitu. ayo!” tanpa sadar, aku menggandeng tangannya keluar café menuju mobilku.

“eitt, tunggu sebentar. akukanbelum membayar makanannya dan aku juga belum membayar ongkos taksi,” ucapnya.

“ohiya. maaf.” ucapku lalu melepas tangannya.

SiWon oppa berjalan menuju kasir dan membayar makanan yang ia pesan tadi. Setelah itu, ia keluar mengambil kopernya dan membayar ongkos taksi. Baru kemudian, ia berjalan menghampiriku.

“ayo!”

Kami berdua memasuki mobil. Kali ini, SiWon oppa lah yang menyetir mobilku.

Setelah sampai di HaeShin, SiWon oppa memarkirkan mobilku dan kami pun keluar dari mobil. Kemudian, SiWon oppa mengambil kopernya dan kami mulai masuk kedalam kantor.

“baiklah, kita berpisah disini. sampai ketemu lagi!” ucap SiWon oppa sebelum kami berpisah.

HyeJin P.O.V end

Author P.O.V

SiWon berjalan sambil menarik kopernya menuju ke ruang presdir, tempat adiknya,MinHo, berada. Seluruh karyawan yang ada disitu langsung membungkuk begitu melihatnya.

TOK,

TOK,

TOK.

Diketuknya pintu ruangan adiknya itu. Ia memang sengaja ingin memberinya kejutan.

“masuk!” seru adiknya,MinHo.

CEKLEK.

Dibukanya pintu ruangan itu secara perlahan, dan masuk ke dalam.MinHo, yang masih asik dengan pekerjaanya itu mendongak melihat tamunya yang datang.

“HYUNG!” serunya girang saat melihat hyung-nya itu tengah berdiri di depannya sambil memegang koper.

Ia berlari kearah SiWon, dan memeluknya dengan erat, “hyung, aku kangen sekali padamu!” ucapnya.

“hah? apa kau bilang tadi? kau kangen padaku? pada hyung-mu ini? apa aku tidak salah dengar?” ucap SiWon

“YA! hyung ini! apa tidak boleh, jika aku merindukanmu? kitakansudah jarang bertemu,” ucapnya sambil melepaskan pelukannya.

“tidak boleh. hahaha,” tawanya. Ia memang sedang ingin bercanda pada adiknya yang sangat ia rindukan ini.

“YA,” ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.

“iyaiya. aku hanya bercanda, adikku sayang.”

“YA! hyung ini datang-datang membuatku kesal saja!”

Aku hanya tersenyum padanya.

“jadi, bagaimana kabarmu presdir? sulitkah pekerjaanmu sekarang?” tanyaku.

“ya hyung, kenapa kau dulu memilihku untuk menggantikanmu sih? kau tau, pekerjaan menjadi presdir ini membuatku gila! aku menyesal telah menyetujui ini semua. hah~” keluhnya.

“ya! kau ini. begitu saja sudah mengeluh? kau itu baru satu tahun jadi presdir saja sudah banyak mengeluh. bagaimana kalau kau jadi aku, yang sudah tiga tahun jadi presdir? dasar!”

“huh. eh, tapi, hyung bagaimana selama di Amerika? apa hyung sudah punya pacar?”

“hm, sebenarnya banyak wanita yang mendekati hyung-mu yang keren ini. tapi tidak ada satupun yang hyung suka. hahaha.”

“cih. bilang saja hyung tidak laku disana,” ejekMinHo.

“YA! apa kau bilang tadi? katakan sekali lagi padaku!” perintah SiWon sambil berdiri, berjalan mendekatiMinHosambil menarik lengan kemejanya sampai ke siku.

“h..hyung, m..maafkan aku. aku hanya bercanda ta … ahahaha! hyung, hentikan! aku cuma bercanda tadi! YA! ahaha,” tawaMinHobegitu SiWon menggelitikinya.

“aku tidak akan menghentikan ini, sebelum kau minta maaf padaku!”

“oke oke, aku minta maaf. puas, hah?”

Setelah MinHo minta maaf, barulah SiWon menghentikan perbuatannya itu, “puas. hahaha!”

“dasar hyung ini! pulang-pulang, bikin orang kesal saja,” gerutunya.

“biarin!” balas SiWon tanpa mengalihkan pandangannya dari koran yang ia baca.

“ah, aku hampir lupa!” ucapMinHosambil berdiri dan memegangi kepalanya, lalu mempersiapkan sesuatu.

“ada apa?” tanya SiWon sambil menatap adiknya.

“aku ada meeting limabelas menit lagi. aku pergi dulu hyung! kalau kau mau pergi, kau pakai saja mobilku. kuncinya ada di meja,” ucapnya lalu berjalan menuju pintu.

“oke, semoga meeting-nya lancar!” kata SiWon sebelum adiknya itu keluar dari ruangan.

Author P.O.V end

SiWon P.O.V

aah, lagi-lagi aku ditinggal sendirian. membosankan. hm.. apa enaknya, aku meminjam mobilnyaMinHodan pergi jalan-jalan ya? sepertinya itu lebih menyenangkan daripada aku harus menunggunya sendirian disini.

Kuambil kunci mobilMinHoyang tergeletak di meja kerjanya, dan kemudian mengambil koperku lalu pergi meninggalkan ruangannya.

Kududukkan badanku di kursi kemudi. Setelah memasukkan kuncinya, barulah kujalankan mobilnya pergi ke taman yang sering kukunjungi sebelum pergi ke Amerika. Tak sampai setengah jam, aku sudah sampai di tempat tujuan. Setelah memarkirkan mobil, aku keluar dan berjalan mengelilingi taman. Ketika mataku tak sengaja melihat ada sebuah kedai eskrim, aku berjalan kearah kedai tersebut dan membeli sebuah eskrim coklat, rasa eskrim favouritku. Setelah membeli eskrim, aku kembali berjalan-jalan sambil memakan eskrim. Aku menemukan sebuah bangku kosong di tengah taman, tepat saat eskrimku habis. Aku segera duduk disana.

“rasa itu lagi-lagi datang menghampiriku saat aku melihatmu tadi, sepulang dari Amerika,” gumamku.

“seharusnya dulu aku bisa memilikimu. tapi, aku kalah cepat dengannya,” gumamku lagi.

Tiba-tiba saja ponselku berbunyi, dan itu sukses membuatku tersadar dari lamunanku. Segera kuangkat telpon itu.

“halo?” sapaku.

“hyung, kau ada dimana sekarang?” tanyaMinHo.

“di taman. kenapa?”

“cepat kembali ke kantor! ibu sudah menunggu kita,”

“oke, tunggu sebentar,” ucapku lalu memutuskan telepon, dan segera pergi kembali ke kantor.

“YA! hyung lama sekali sih?” gerutunya, lagi-lagi sambil mengerucutkan bibirnya itu.

“kau ini.. hyung tadi sudah mencoba ngebut, tapi jalanan macet sekali. apa hyung harus terbang?!”

“terserah. yang penting sekarang, ibu sudah menunggu kita di rumah,”

“yasudah. cepat naik, bodoh!” perintahku.

Lagi-lagi ia mengerucutkan bibirnya begitu aku memanggilnya ‘bodoh’ sambil berjalan masuk ke dalam mobil.

“bagaimana meeting-mu tadi? sukses?” tanyaku setelah menjalankan mobil.

“sukses,” jawabnya singkat. Mungkin ia masih marah padaku. Karna aku tahu, kalau adikku ini memang paling benci jika harus disuruh menunggu.

“kau marah padaku, huh?” tanyaku.

Ia tidak menjawab pertanyaanku. Ia malah asyik mencari cd di kotak cd yang ia simpan di dashbor mobil.

“baiklah, aku minta maaf karna telah membuatmu menunggu. kau mau memaafkan hyung-mu ini,kan?”

Ia menoleh menatapku, “aku tidak marah kok. aku hanya sedang capek.  mana mungkin aku marah padamu, hyung,” ucapnya yang membuatku lega.

“ah, aku kira kau marah padaku,”

“enggak kok,” ucapnya sambil memasukkan sebuah cd kedalam music player-nya.

Karna macet, kami membutuhkan waktu satujam untuk sampai ke  rumah.

“kami pulang!” ucap kami berdua, hampir bersamaan.

“SiWon?” ujar ibu begitu kami tiba di rumah, dan langsung lari memelukku dengan senang, “ibu rindu sekali padamu, Nak!” ucapnya.

“aku juga sangat merindukanmu, Bu! oh ya, mana ayah?”

“ayahmu sudah menunggu kalian di meja makan. ayo!” ucap Ibu sambil menarik lenganku danMinHomengikuti kami di belakang.

“ayah!!” seruku senang sambil berlari kearah ayah dan memeluknya, “aku sangat merindukanmu, Yah!”

“ayah juga merindukanmu, Nak! bagaimana pekerjaanmu di Amerika? lebih berat atau bagaimana?” tanya ayah.

“lebih berat tentunya, Yah. padahal jabatanku sama, tapi entah kenapa aku merasa pekerjaanku disana lebih berat,” jawabku.

“tapi menyenangkan,kan? kau bisa sekalian liburan disana.”

Aku hanya tersenyum pada ayah.

“kalian belum makan,kan?” tanya Ibu yang tiba-tiba datang dari dapur.

Aku danMinHomenggeleng bersamaan.

“yasudah, ayo makan! Ibu sudah memasakkan makanan kesukaanmu, SiWon. Ibu ambilkan ya!” ucap Ibu sambil mengambilkan lauk kesukaanku.

“terimakasih, Bu,” ucapku.

“apa hanya hyung saja yang ibu ambilkan? bagaimana denganku? akukanyang termuda disini, jadi harusnya aku yang diambilkan,” gerutuMinHosaat Ibu mengambilkanku lauk, sementara ia tidak diambilkan.

“hahaha,” kami bertiga tertawa bersama mendengar ucapan MinHo itu, sementaraMinHo, lagi-lagi ia cemberut saat kami mentertawakannya.

“YA! kenapa kalian malah mentertawaiku?” tanyanya.

“kau ini sudah menjadi presdir, tapi sifatmu masih kekanak-kanakan sekali. hahaha,” ucapku lalu tertawa.

“biarin. week. Ibu, ambilkan aku lauk~” pintanya.

“iya iya, akan Ibu ambilkan,” ucap Ibu lalu mengambilkannya lauk.

Kami makan malam bersama dalam keadaan ramai. Ayah dan Ibu terus saja menanyaiku tentang pekerjaanku di Amerika, sementaraMinHo, ia berusaha mencari perhatian Ayah dan Ibu. Mungkin ia merasa di cuekin. hahaha, dasarMinHo.

Setelah makan, aku bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, baru kemudian aku ke kamar dan istirahat.

SiWon P,O.V end

Author P.O.V

“kenapa aku terus memikirkannya sejak bertemu kembali tadi siang? kenapa ini terjadi padaku? tidak, aku tidak boleh memikirkan SiWon oppa lagi. ingat HyeJin, kau sudah punya adiknya!” ucap HyeJin pada dirinya sendiri.

“YA! kakak kenapa? kenapa berbicara sendiri?” tanya HyeNa begitu masuk kedalam kamar kami. Kami memang tidur dalam satu kamar.

HyeJin hanya diam, tak menanggapi pertanyaan adiknya itu.

“kakak!!” ujarnya lagi.

“ada apa sih?”

“kakak kenapa tidak menjawab pertanyaanku?”

“aku hanya sedang tak ingin menjawabnya. sudah, ayo tidur! besok pagi kau harus sekolah,kan?” ajak HyeJin sambil merebahkan tubuhnya di kasur.

HyeNa berjalan ke arah HyeJin, dan ikut merebahkan tubuhnya di samping HyeJin.

“kak!” panggil HyeNa.

“hm..?”

“apa SiWon oppa sudah kembali dari Amerika?”

“hm..” jawab HyeJin malas. Ia memang sedang tidak ingin menjawab pertanyaan adiknya itu, selain itu ia juga sudah mengantuk.

“apa SiWon oppa sekarang semakin tampan, kak?” tanya HyeNa lagi sambil tersenyum sendiri. Ia memang sudah menyukai SiWon sejak dulu, dan ingin menjodohkannya dengan kakaknya itu.

“…”

Karena tak mendengar jawaban HyeJin, HyeNa berbalik menatap kakaknya itu, dan mendapatinya sudah tertidur dengan nyenyak. Ia tersenyum sambil kemudian menyelimuti dirinya dan kakaknya itu.

“mimpi indah, kak. selamat malam!” ucapnya.

Tak lama kemudian, HyeNa sudah tertidur dengan nyenyak disamping kakaknya, HyeJin.

Author P.O.V end

HyeJin P.O.V

Sinar matahari yang masuk melalui celah-celah jendela kamar memaksaku untuk membuka kedua mataku. Kulihat adikku masih tidur dengan nyenyak. Aku jadi tak tega membangunkannya. Kubelai lembut rambut adikku yang paling kusayangi ini. Kulirik jam weker yang ada di meja sebelah kasur. sudah jam 7. Aku beranjak dari tempat tidur dan melangkah pelan menuju dapur. Setelah sampai di dapur, aku bingung mau memasak apa untuk sarapan nanti. apa nanti sarapannya dengan roti baker saja?

“eunggh~ kaak!” panggil HyeNa.

Kutolehkan kepalaku menatap mukanya. ah, ternyata ia sudah bangun.

“kakak sedang apa?”

“kakak sedang bingung mau masak apa untuk sarapan kita nanti. kau mau sarapan apa?”

“terserah kakak saja mau masak apa. roti bakar saja itu sudah cukup bagiku,” ucapnya lalu mengambil handuk.

“baiklah,” jawabku.

Setelah HyeNa masuk ke dalam kamar mandi, aku segera menyiapkan roti tawar dan selai coklat. Selai coklat adalah selai roti favorit kami berdua. Hampir segala hal, kami berdua memiliki kesamaan. hahaha. Setelah itu, aku segera membakar rotinya.

Selesai membakar roti, aku duduk di sofa televisi yang ada di ruang tengah sambil menunggu HyeNa keluar dari kamar mandi.

15 menit kemudian, HyeNa sudah keluar dari kamar mandi, dan langsung menyambar roti bakar yang terletak di atas meja. Lalu ia menghampiriku dan duduk di sampingku sambil mengunyah roti.

“kak, kapan-kapan ajaklah SiWon oppa ke sini lagi seperti dulu!” ucapnya sambil tetap memakan roti bakar itu.

“ya, itu pun kalau ia sedang ada waktu luang. tapi kakak tidak janji. oke?”

“oke,” ucapnya lalu beranjak mengambil minum lalu memakai sepatunya.

“aku pergi dulu, kak!” pamitnya sebelum keluar dari rumah.

“hati-hati di jalan, ya!” seruku.

Keadaan kembali sepi begitu HyeNa pergi sekolah. Aku beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Pukul setengah 9, aku sudah siap untuk berangkat ke kantor. Kuambil kunci mobil yang tergeletak di meja makan, lalu berjalan menuju garasi. Segera kunyalakan mobilku, dan berangkat kerja. Namun, tiba-tiba saja mobilku tidak bisa dinyalakan. Entah karena apa, mobilku bisa jadi seperti ini. Padahal kemarin mobilku ini masih baik-baik saja.

Apa boleh buat, aku kembali menutup garasi dan masuk ke dalam rumah. Kuletakkan kembali kunci mobilku da tempatnya semula. Terpaksa hari ini aku berangkat menggunakan bus.

HyeJin P.O.V end

Author P.O.V

“hyung, kau mau berangkat bersamaku?” tanyaMinHopada kakaknya, SiWon, yang tengah membaca koran pagi.

“tidak. kau berangkat dulu saja, aku berangkat belakangan,” jawab SiWon tanpa mengalihkan pandangannya dari koran yang ia baca.

“yasudah. Ayah, Ibu, aku berangkat dulu!” pamitnya pada kedua orang tua-nya.

“hati-hati di jalan, Nak!” pesan Ibu.

Setelah MinHo pergi, Ayah mereka berjalan menghampiri SiWon yang masih asyik membaca koran.

“SiWon!” panggil Ayahnya.

“ya, Yah?” sahut SiWon sambil meletakkan korannya dan menatap Ayahnya itu.

“apa kau mau bekerja di HaeShin lagi?”

“tentu saja. tapi bolehkah aku minta sesuatu?”

“apa itu, Nak?”

“aku ingin bekerja lagi, tapi hanya sebagai wakil presdir. aku tidak ingin kembali memegang jabatan sebagai presdir, biarlahMinHosaja yang memegang jabatan itu. iakansudah lama menginginkan jabatan itu. bolehkan?”

Ayah tersenyum, “tentu saja, Nak. jadi, kau mau mulai kapan kembali bekerja di HaeShin?”

“besok?”

“baiklah. jadi hari ini kau masih bisa bebas, Nak. biar besok Ayah umumkan. Ayah pergi dulu,” ucap Ayah lalu pergi meninggalkan SiWon sendirian lagi di ruang tengah.

Author P.O.V end

SiWon P.O.V

Setelah Ayah pergi, aku bergegas kembali ke kamar untuk mengganti pakaianku. Kemeja putih berlengan panjang, yang ditekuk hingga siku, dengan celana hitam panjang, sepertinya bagus untuk kupakai. Setelah mengganti pakaian, aku segera keluar dari kamar dan mengambil kunci mobil.

“Ayah, Ibu, aku pergi dulu!” pamitku pada kedua orang tua-ku yang sedang memakan sarapannya.

“ya, hati-hati di jalan, Nak!” pesan Ibu.

Aku segera masuk kedalam mobil dan menyalakan mobil A4 Audi-ku. Segera kujalankan mobilku menuju rumah temanku, KyuHyun.

Tak sampai 30menit, aku sudah sampai di rumah besar milik KyuHyun. Ia adalah seorang penyanyi terkenal. Pantas saja kalau rumahnya begitu besar dan mewah.

TING TONG.

Kupencet bel rumahnya, dan tak lama seorang wanita keluar dari dalam. Aku tersenyum memandangnya. Ia adalah pembantu di rumah KyuHyun.

“oh, ternyata Nak SiWon. silakan masuk! Tuan KyuHyun sudah menunggu di dalam,” ujarnya mempersilakanku masuk.

Aku masuk kedalam rumahnya, dan langsung pergi ke kamar KyuHyun. Aku sudah hapal letak-letak di rumah KyuHyun, karna dulu aku sering bermain kesini. Kubuka pintu kamar KyuHyun dengan pelan, dan menemukannya sedang bermain game. ah, kegemarannya itu tak pernah hilang sejak kecil. Ia selalu saja bermain game. Game favouritnya itu adalah Starcraft. Aku sebenarnya juga suka bermain game, namun aku tidak se-maniak Kyu. hahaha.

“hey, Kyu!” sapaku lalu merebahkan tubuhku di kasurnya yang empuk ini.

“YA! kau ini selalu saja bikin orang kaget! tidak bisakah kau lebih pelan sedikit?” gerutu KyuHyun sambil menoleh menatapku yang sedang tiduran di kasurnya.

“aku tadi sudah mencoba menyapamu, tapi kau tidak menggubrisku. kau sedang asyik bermain game-mu itu,”

“ah, maaf. jadi, bagaimana kabarmu sekarang?” tanyanya lalu beranjak, dan tiduran di sebelahku.

“baik. bagaimana denganmu? apa albummu sukses?”

“baik. syukurlah, albumku sukses. kau tahu, albumku sudah terjual lebih dari 100.000 kopi. menarik, bukan?” ujarnya sambil tersenyum bangga.

“wow, selamat kalau begitu,” ucapku.

“oh ya, besok lusa aku akan tampil dalam drama musical-ku yang baru. kau mau hadir untuk mendukungku,kan?” tanyanya sambil menatapku penuh harap.

“akan kuusahakan,” jawabku.

“aku sangat mengharapkan kehadiranmu, sahabat!” ucapnya lalu beranjak dari kasur, “kau mau main game bersamaku?” tawarnya.

“boleh,” jawabku lalu berdiri menyusulnya.

Dan kemudian, kami bermain game bersama.

SiWon P.O.V end

MinHoP.O.V

“sayang, apakah kau sedang sibuk?” tanyaku lewat telepon pada pacarku, HyeJin.

“tidak. kenapa?” tanyanya balik.

“bisakah kita makan siang bersama? aku sedang sangat ingin bertemu denganmu,”

“em.. bisa,”

“baiklah, aku akan ke ruanganmu sekarang. tunggulimamenit!” ucapku lalu mematikan telepon.

Kuambil jas dan kunci mobilku, baru kemudian aku keluar dari ruanganku dan berjalan menuju ruangan tempat HyeJin bekerja. Hampir setiap orang yang melihatku, membungkuk padaku.

ceklek. Kubuka pintu tempat HyeJin bekerja. Disana juga terdapat 2 teman kerjanya, yang kuketahui bernama Jino dan SooYeon. Aku tersenyum terhadap keduanya begitu mereka membungkukkan badannya.

“ayo, sayang!” ujarku sambil menarik tangan HyeJin keluar ruangan.

MinHo P.O.V end

Author P.O.V

Begitu MinHo dan kekasihnya, HyeJin, pergi meninggalkan ruangan, SooYeon tampak cemburu pada mereka berdua. Ia menatap tempat HyeJin bekerja sambil memukul-mukul bolpoinnya pada meja. Jino yang melihat tingkah SooYeon, langsung menanyainya.

“YA! kau ini kenapa?” tanya Jino.

“…” SooYeon tak menjawab pertanyaan Jino. Ia masih tetap memandang tempat kerja HyeJin sambil memukul-mukulkan bolpoinnya ke mejanya.

“Jung Soo Yeon!” panggil Jino.

SooYeon menoleh kearah Jino, “ada apa sih?”

“seharusnya aku yang bertanya padamu. kau kenapa, huh?”

“Choi Jino, tidakkah kau tau kalau aku daridulu menyukai presdir kita, Choi MinHo?”

“yaa, aku tau itu sejak dulu. memangnya kenapa? kau cemburu pada HyeJin?”

“tentu saja. daridulu aku sangat menginginkan Choi MinHo menjadi pasangan hidupku,”

Jino hanya diam tak menanggapi omongan SooYeon. Sebenarnya, Jino sudah menyukai SooYeon sejak pertama kali mereka bertemu. Namun, belum sempat ia mengutarakan isi hatinya pada SooYeon, ternyata wanita yang ia sukai itu telah menyukai sosok cowok yang bernama Choi MinHo, presdir perusahaan HaeShin.

“Jino?!” panggil SooYeon sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Jino.

Jino langsung saja tersadar dari lamunannya, “ada apa?”

“maukah kau membantuku untuk bisa mendekatiMinHo?” tanyanya.

Belum sempat Jino menjawabnya, SooYeon sudah berkata lagi, “aku mohon, Jino!” pintanya.

Jino menghela napasnya dan berkata, “baiklah. aku akan membantumu,”

“aa, terimakasih Jino! kau memang sahabatku yang paling baik!” ujar SooYeon sambil memeluk Jino saking senangnya.

Jino yang dipeluk oleh SooYeon hanya bisa berharap kalau SooYeon tak akan melepaskan pelukan ini.

SooYeon melepaskan pelukannya, “sekali lagi, terimakasih,” ucapnya sambil tersenyum.

Jino hanya bisa membalas senyuman SooYeon.

Sementara itu,MinHodan HyeJin sedang menikmati makan siang mereka di tempat yang sama dikunjungi HyeJin kemarin.

“sayang, buka mulutmu!” ucapMinHo.

Setelah HyeJin membuka mulutnya,MinHomenyuapi HyeJin.

“bagaimana? enak,kan?” tanyaMinHo.

HyeJin hanya mengangguk sambil berusaha tersenyum, karena mulutnya penuh makanan.

“oh ya, kakakku sudah pulang dari Amerika kemarin,” ucapnya lalu memasukkan makanan kedalam mulutnya.

“ah, benarkah?” tanyaku pura-pura tidak tahu.

“ya. katanya, ia akan mulai bekerja lagi di HaeShin menjadi wakilku, wakil presdir,”

HyeJin hanya menganggukkan kepalanya. Tiba-tiba saja, ponselMinHoberbunyi. ada panggilan masuk.

“halo?” sapaMinHo“ah, baiklah. aku akan kembalilimamenit lagi,” “ya, terimakasih,” ucapnya mengakhiri telepon.

“sayang, bisakah kita kembali ke kantor sekarang?” tanyaMinHo.

“memangnya ada apa, oppa?”

“oppa lupa kalau oppa hari ini ada pertemuan dengan perwakilan perusahaan lain,”

“yasudah, kalau begitu kita kembali ke kantor sekarang. pelayan!” panggil HyeJin.

Setelah pelayan yang dipanggil HyeJin tiba di meja HyeJin dan MinHo, HyeJin yang awalnya hendak membayar, langsung dilarangMinHo. Dan akhirnya,MinHolah yang membayar makan siang mereka kali ini.

“sudah sampai!” seruMinHosetelah mobilnya diparkirkan, “maaf karena tidak bisa lama-lama,”

HyeJin tersenyum, “tidak apa-apa, oppa. aku tau, kalau kau sekarang sangat sibuk. jadi aku memaklumi itu,”

MinHo membalas senyuman HyeJin, “terimakasih karena sudah mengerti aku,” MinHo mendekatkan wajahnya ke kening HyeJin, dan ‘cup’, MinHo memberikan ciuman hangat di kening HyeJin sebelum mereka keluar dari mobil.

Author P.O.V end

TBC..