Just another WordPress.com site

FanFiction / Love Bird

Casts:

–        Park Hye Jin

–        Park Yoo Chun as TVXQ Micky YooChun

Other Casts:

–        Onew

Author: mjjejelips

–a

Saturday, 08.00 a.m KST

Pagi ini setelah selesai merapikan tempat tidur dan mencuci mukaku serta menggosok gigi, aku duduk di teras belakang rumah sambil membaca novel yang belum sempat aku selesaikan. Aku ini orangnya suka sekali dengan membaca. Entah itu membaca novel, cerpen, atau fanfiction. Jika fanfiction, biasanya aku sering membaca fanfiction yang menggunakan TVXQ atau salah satu member-nya sebagai tokoh di dalamnya. Terkadang jika aku merasa lelah membaca, aku mengalihkan pandanganku menuju sangkar burung yang menggantung di hadapanku. Burung yang ada di dalam sangkar itu namanya adalah burung love bird. Love bird adalah burung yang mempunyai hobi, yaiu berciuman. Terkadang aku merasa geli melihat kedua burung itu berciuman mesra. hahaha, lucu juga. Kedua burung itu sangat kusayangi karena itu merupakan hadiah dari seseorang yang telah menjadi pangeran di hatiku. Ya, burung itu merupakan hadiah dari kekasihku, YooChun oppa yang juga merupakan member TVXQ, saat aku berulangtahun yang ke 18. Aku tersenyum saat mengingat kembali hari itu.

FLASHBACK

Friday, September 9th

Pagi=pagi sekali aku sudah bangun dari tidurku. Tidak seperti biasanya aku bangun pagi, terutama pasa hari libur seperti ini. Setelah selesai mencuci muka dan menggosok gigi, aku prgi ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Ini juga hal yang jarang sekali kulakukan, karena aku terlalu sibuk kuliah. Ditambah lagi banyaknya tugas-tugas yang diberikan oleh dosenku akhir-akhir ini, membuatku jarang memasak. Terkadang saking sibuknya aku, biasanya aku hanya makan roti dengan selai coklat.

Saat aku sedang memasak nasi, tiba-tiba saja ibu memegang pundakku, dan tentu saja perbuatannya itu membuatku terkejut.

“eh, ibu! Ada apa, bu? Ibu sudah bangun?” tanyaku, menoleh sebentar kearah ibu lalu kembali tenggelam dalam acara memasakku.

“iya, ibu sudah bangun baru saja karena mendengar suara ribut di dapur,”

Aku hanya bisa nyengir mendengar jawaban ibu, Pasalnya, tadi saat aku sedang mengambil sesuatu, tak sengaja aku menjatuhkan panci dan membuat suara yang benar-benar berisik. Yah.. untung saja hanya ibu yang bangun. Coba kalau Onew oppa juga bangun, ah pasti dia akan mengomeliku.

“maaf bu, tadi aku tak sengaja menjatuhkan panci. eheheh,”

“sudah tak apa. Kau sedang memasak apa?” tanya ibu.

“aku sedang memasak untuk sarapan kita nanti bu,”

“oh, kalau begitu ibu bantu ya..” ucap ibu sambil bersiap mengambil bahan di kulkas yang terletak tidak jauh dari dapur.

“eh..”  ucapku sambil menahan ibu, “tidak usah bu, lebih baik ibu istirahat lagi saja. Tadi kan aku sudah menganggu tidur ibu,” ucapku sambil mendorongnya keluar dari dapur.

“baik baik ibu pergi,” ucapnya pada akhirnya lalu berjalan meninggalkan dapur.

Setelah ibu pergi, aku kembali melanjutkan acara memasakku. Rencananya aku ingin memasak sop ayam dan ayam goreng untuk sarapan pagi ini. Tak butuh waktu lama, sop ayam dan ayam goreng ala Chef HyeJin telah selesai. hahaha. Aku membawa sarapan yang kubuat tadi dan meletakkannya di meja makan.

“AYAH!! IBU!! ONEW OPPA!! SARAPAN TELAH SIAP!!!” teriakku dari meja makan. Yah.. aku memang harus berteriak karena aku yakin pasti mereka sedang ada di lantai 2 sekarang.

“yaa.. kami datang!!” ucap ayah sambil menuruni tangga diikuti Onew oppa dan Ibu dibelakangnya.

“wah wah.. kau masak apa pagi ini, nak?” tanya ayah ketika sudah sampai di ruang makan sambil melihat masakanku yang kuletakkan di meja makan.

“aku masak sop ayam dan ayam goreng ala Chef HyeJin!! ehehe,”

“AYAAAAAM!!!!!” seru Onew oppa girang saat mengetahui kalau yang kumasak semua itu ada ayamnya. Onew oppa langsung saja duduk di salah satu kursi dan mengambil sop ayam dan ayam goreng lalu memakannya dengan rakus.

“dasar chicken maniac,” gumamku.

“baiklah ayo kita makan! Onew, pelankan makanmu itu. Kau seperti orang yang tidak makan seminggu saja,” ucap ibu memperingatkan Onew oppa.

“HyeJin masakanmu pagi ini benar-benar enak. Ibu, bolehkah aku nambah sepiring lagi?” tanya Onew oppa  pada ibu.

“iya boleh,” jawab ibu, “ibu setuju pada Onew, HyeJin. masakanmu pagi ini memang benar-benar enak,” jawab ibu sambil tersenyum.

Aku yang dipuji oleh 2 orang barusan hanya bisa tersipu malu. Apalagi dengan Onew oppa, kurasa dia benar-benar menyukai masakanku pagi ini. Lihat saja, ia sampai tambah sepiring lagi!

Selesai makan seperti biasa, aku yang membersihkan meja makan. Aku mencuci semua piring kotor pagi ini. Hal ini, sekali lagi, juga jarang kulakukan, terutama pada hari libur seperti ini. Biasanya pada hari libur, selesai makan aku langsung pergi menuju kamarku.

Setelah semuanya selesai, aku pergi menuju kamar mandi yang terletak diantara kamarku dan kamar Onew oppa. Selesai mandi aku masuk ke dalam kamarku. Setelah mengeringkan rambutku sebentar, aku membuka laptop-ku dan mengupdate berita tentang YooChun oppa dan TVXQ. Ya, YooChun oppa, kekasihku, memang seorang member boyband ternama di Korea dan Jepang, TVXQ. Saat aku tengah asyik membaca berita, tiba-tiba saja ponselku bergetar ada pesan masuk.

From: Chunnie oppa

Selamat pagi, putriku 😀

Aku tersenyum membacanya. Pasti ia sudah bangun sekarang dan masih bersantai. Tak lama tanganku mulai mengetik balasan untuk YooChun oppa.

To: Chunnie oppa

Selamat pagi, pangeranku 😀 oppa tidak ada jadwal kah? Biasanya kan jam segini oppa sudah bekerja dengan TVXQ.

Tak butuh waktu lama, YooChun oppa membalas pesanku.

From: Chunnie oppa

Oppa ada jadwal sayang, tapi tidak terlalu padat. Nanti sore mungkin oppa akan ke rumahmu. Sudah lama oppa tak bertemu denganmu, paman, bibi, dan Onew.

Lagi-lagi, jari-jariku dengan cepat mengerik balasan untuk YooChun oppa.

To: Chunnie oppa

Ah baiklah oppa, aku tunggu ^^

Setelah mengirimkan balasanku, aku kembali membaca berita. 5 menit berlalu, dan ponselku sama sekali tidak bergetar. pasti ia sudah berangkat, pikirku. Karena aku sudah selesai membaca berita, aku membuka microsoft word dan mengetik lanjutan novelku. Ya, akhir-akhir ini aku memang tengah mencoba membuat novel. Yah.. mungkin karena kegemaranku membaca novel atau bacaan lainnya, aku jadi ingin mencoba membuat novel. Novelku ini bercerita tentang kehidupan seorang artis yang selalu merasa kesepian dan sangat ingin mempunyai kekasih yang mengerti dirinya, sampai akhirnya ia bertemu dengan wanita itu. Mudah-mudahan saja novelku ini akan berhasil. Doakan saja!

Setelah hampir satu setengah jam aku mengetik lanjutan novelku, aku mematikan laptop-ku dan menutupnya. Kurebahkan tubuhku sebentar di atas kasur sebelum akhirnya aku terlelap.

Aku terbangun pukul 4.00 p.m KST. Begitu bangun, aku langsung pergi menuju kamar mandi. Selesai mandi, aku mendapatkan ponselku bergetar ada pesan masuk. pasti dari YooChun oppa, gumamku. Dan ternyata benar, pesan itu berasal dari YooChun oppa yang mengatakan kalau ia sudah sampai di depan rumahku. Segera saja aku menuruni tangga dengan cepat dan membukakan pintu untuknya.

“OPPA!!!” seruku sambil berlari memeluknya.

“ahaha, sepertinya kau sangat merindukan oppa ya, HyeJin-ah?” tanya YooChun oppa sambil tertawa dan membalas pelukanku.

“tentu saja aku merindukanmu, oppa. Coba ingat, kapan terakhir kali kita bertemu?” tanyaku lalu melepas pelukanku.

“mm.. kalau tidak salah 2minggu yang lalu saat TVXQ comeback. Iya kan?”

“kkeurae. Jadi, wajar saja kalau aku sangat merindukan oppa,” jawabku lalu tersenyum.

“ah, yaya,”

“jadi.. oppa ada perlu apa kemari?” tanyaku.

“mm.. oppa mau memberimu hadiah untuk ulangtahunmu besok. Sebentar, oppa ambilkan dulu di mobil. Kau tunggu disini!“ perintahnya sebelum akhirnya pergi meninggalkanku ke mobilnya.

Aku hanya menatapnya heran. Bagaimana tidak heran, aku kan baru berulang tahun besok, tapi mengapa ia memberiku hadiah hari ini?

“taraa….” ucapnya sambil menunjukkan padaku, sebuah sangkar burung kecil yang di dalamnya ada dua ekor burung yang menurutku sangaaaat lucu.

“aaww lucu sekali oppa.. burung apa ini?”

“burung ini namanya love bird. Kau suka?” tanyanya yang langsung kujawab dengan anggukan cepat.

“nah, ini.. itu hadiah ulangtahun dari oppa. Maaf kalau tidak seberapa,” ucapnya sambil menyerahkannya padaku.

“tidak apa-apa, oppa. aku suka kok. Tapi, kenapa oppa tidak memberikannya padaku besok saat aku berulang tahun?”

“maaf sayang, oppa nanti malam berangkat ke Jepang, oppa ada jadwal disana. Kau mau memaafkan oppa, kan?”

Aku tersenyum, “tentu saja oppa, aku mengerti kok. Oppa kan member TVXQ, jadi pantas oppa sangat sibuk,”

“ah, oppa benar-benar minta maaf padamu, sayang,”

“sst.. oppa tak usah meminta maaf lagi. Ayo masuk ke dalam oppa!” ajakku.

“maaf sayang, oppa tidak bisa. Sebenarnya tadi oppa dilarang meninggalkan apartment oleh manager hyung. tapi karena oppa memaksa, jadi oppa diperbolehkan,” ucapnya.

“mmm…” gumamku tak menatap wajahnya.

“sayang, gwaenchana?” tanyanya sambil mengibaskan tangannya di depan wajahku.

“ah, ne. Aku tidak apa-apa kok oppa. Oppa pulang saja, daripada oppa nanti dimarahin manager lagi,” ucapku pada akhirnya.

“mmh, baiklah. Oppa pulang dulu ya sayang, jaga dirimu baik-baik!” katanya sambil menaiki mobilnya dan mulai menyalakannya, lalu menjalankannya meninggalkan rumahku.

Aku menatap mobilnya terus sampai mobil itu hilang di belokan. Setelah mobil itu hilang dari pandanganku, aku berjalan ke teras belakang dan menggantungkan sangkar burung yang diberikan YooChun oppa barusan. Saat aku sedang duduk melihat burung itu, tiba-tiba saja Onew oppa datang dan membuatku sedikit terkejut.

“aigoo~ burung ini lucu sekali.. burung siapa ini, HyeJin-ah? Seingatku aku tidak pernah membeli burung ini,”

“itu hadiah dari YooChun oppa,” jawabku tanpa mengalihkan pandanganku dari kedua burung itu.

“hadiah? Hadiah ulangtahun? Tapi bukankah kau baru berulangtahun besok, HyeJin-ah?” tanyanya bingung, seperti dugaanku.

“memang. Tapi besok dia ada konser di jepang, maka dari itu ia memberiku hadiah sekarang,” jawabku dan lagi-lagi tanpa mengalihkan pandanganku dari burung itu.

“oh, yasudah. Selamat menikmati hadiahmu, dongsaeng-ah. Oppa mau pergi  dulu. Jaga rumah baik-baik ya.. daaah~” ucapnya sambil pergi meninggalkanku sendirian lagi.

“hhh..” aku mendesah pelan sebelum akhirnya berjalan masuk ke kamar.

Sesampainya di kamar kuambil ponselku dan mengetik sebuah pesan.

To: Chunnie oppa

Oppa.. terimakasih atas hadiahmu. Aku sangat menyukainya. Semoga kau sampai di Jepang dengan selamat dan semoga konsermu sukses ^^

Setelah mengetik pesan itu, aku berjalan ke kasurku. Kurebahkan tubuhku sebentar dan kemudian aku sudah terlelap.

Aku terbangun ketika mendapati ponselku bergetar. hm.. sepertinya ada pesan masuk. Segera kunyalakan ponselku dan kubuka pesan yang baru saja kuterima.

From: Chunnie oppa

Saengil chukahamnida .. Saengil chukahamnida .. Saranghaneun Park HyeJin .. Saengil chukahamnida!!

Happy birthday my love :* wish you all the best, darling. I love you :**

FLASHBACK END

 

Saat sedang asyik menatap kedua burung itu, tiba-tiba saja aku dikejutkan oleh suara bel. Aku langsung saja berdiri dan sedikit berlari menuju pintu. Aku memang sedang sendirian di rumah. Orang tuaku sedang pergi mengunjungi nenek dan kakek di Busan sedangkan Onew oppa sedang kuliah. Segera kubukan pintunya dan mataku langsung membelalak kaget melihat siapa yang datang. YooChun oppa. Orang yang sangat kurindukan belakangan ini karena kami jarang bertemu, yah.. tentu saja karena kesibukannya mengadakan konser tur Asia. Aku langsung saja berlari memeluk tubuhnya dengan senang dan YooChun oppa juga membalas pelukanku.

“jadi sayang, kau tak menyuruh kekasihmu ini masuk?” tanyanya.

Kulepas pelukanku, “ehehe, maaf oppa. Yasudah, ayo masuk!” ucapku.

“hmm.. sayang, apa kau sedang sendirian di rumah? Kemana orang tuamu? Onew?” tanya YooChun oppa setelah masuk ke dalam rumahku.

“orangtuaku sedang pergi mengunjungi nenek dan kakek di Busan, kalau Onew oppa sedang kuliah. Oppa mau minum apa?”

“terserah kau saja, sayang. Orange juice juga boleh. Hehehe,”

“yasudah, aku buatkan dulu ya oppa!” ucapku lalu pergi menuju dapur meninggalkan YooChun oppa sendirian di ruang tamu.

Setelah orange juice-nya siap, aku membawanya ke ruang tamu. Loh? Kenapa tidak ada orang di ruang tamu? Kemana YooChun oppa? Tiba-tiba saja aku mendengar sebuah siulan dari teras belakang.  Segera saja aku pergi menuju teras belakang sambil membawa 2 gelas orange juice. Aku melihat YooChun oppa sedang bersiul sambil menatap dari dekat kedua burung yang dihadiahkannya padaku.

“oppa.. oppa sedang apa?” tanyaku setelah meletakkan kedua gelas orange juice itu di meja.

“ini, oppa sedang bermain dengan mereka. Ahaha.. mereka lucu ya?”

“ahaha.. iyaa, mirip oppa. wkwkwk,” tawaku.

“emm.. sayang?”

Aku menoleh menatapnya, “hm?”

YooChun oppa berjalan mendekatiku. Kulihat ia hanya diam sambil mendekatkan wajahnya pada wajahku. Dapat kurasakan hembusan nafasnya yang hangat itu di wajahku. Sampai akhirnya ia membisiki telingaku dengan lembut.

“aku mencintaimu sayang..”

Kemudian ia menarik wajahnya lagi dan lagi-lagi wajahnya berada tepat di depan wajahku. Kulihat wajahnya dengan teliti. Kemudian ia mulai mendekatkan wajahnya dan hidung kami pun bersentuhan. Kupejamkan kedua mataku, sampai akhirnya bibirnya menekan lembut bibirku. Awalnya aku merasa kaget, namun akhirnya aku bisa membalas ciumannya itu. Kami melakukan itu hampir 3menit. Dan setelah 3menit itu, YooChun oppa menyudahi ciumannya.

“i love you.. forever..” ucapnya lembut dan diakhiri sebuah senyuman manis yang terukir di bibirnya.

END

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s