Just another WordPress.com site

FanFiction / untitled fanfiction chapter 2

======================================================

@ HaeShin

“mulai sekarang, Choi SiWon akan kembali bekerja seperti dulu. namun, kali ini ia akan menjabat sebagai wakil presdir,” ucap Ayah pada saat rapat pagi ini.

Seluruh peserta rapat, langsung bertepuk tangan untukku, dan aku hanya bisa tersenyum lalu membungkuk pada mereka semua.

“baiklah, sekarang kalian bisa kembali bekerja di ruangan kalian masing-masing. terimakasih atas waktunya,” ucap Ayah kemudian seluruh peserta rapat meninggalkan ruangan.

Setelah tinggal kami berdua di ruangan ini, kami akhirnya ikut meninggalkan ruangan. Sesampainya di ruang kerjaku, aku menemukanMinHodan HyeJin tengah menungguku sambil mengobrol di sofa.

“ya hyung, selamat bekerja lagi! tapi kenapa kau tidak mengambil jabatanmu yang dulu, huh? aku sangat berharap kau mengambil jabatanmu dulu sehingga aku bisa lebih santai dari yang sekarang,” ucapMinHo.

“katamu dulu, kau sangat ingin mempunyai jabatan ini,kan? yasudah, sebagai kakak yang baik, aku akan memberikan jabatan itu padamu,” jawabku.

“ah, tau begitu aku dulu tak mengatakan hal itu,” ucapnya lemas lalu kembali duduk di sofa.

“oppa, selamat bekerja lagi!” ucap HyeJin lalu tersenyum padaku.

Kubalas senyumannya lalu menjawab, “terimakasih,”

“Nak, Ayah pergi dulu. sekali lagi, selamat bekerja!” ucap Ayah sebelum pergi meninggalkan kami bertiga.

“hyung, kami berdua pergi dulu. daah~” ucapMinHolalu menggandeng tangan HyeJin, dan pergi meninggalkanku sendirian.

 

Kulangkahkan kakiku menuju ke kursi kerjaku, lalu duduk disitu.

SiWon P.O.V end

 

Author P.O.V

“oke, kita berpisah disini, sayang. kembalilah bekerja!” ucapMinHolalu memberikan senyumannya pada HyeJin.

HyeJin mengangguk, “baiklah oppa. sampai nanti!” ucapnya lalu pergi meninggalkanMinHo.

Setelah ditinggal HyeJin,MinHoakhirnya melangkahkan kakinya menuju ruangannya. Saat ditengah jalan menuju ruangannya,MinHobertemu dengan Krystal, teman HyeJin yang sangat menyukainya.

“selamat pagi!” ucap Krystal lalu tersenyum dan membungkukkan badannya.

“pagi juga, SooJung. kau tidak bekerja?”

“aku bekerja, hanya saja tadi aku baru saja kembali dari kamar mandi,”

“oh, yasudah. kalau begitu, kembalilah ke ruanganmu!” ucapMinHosambil melangkah pergi meninggalkan Krystal.

“eh? presdir Choi! tunggu sebentar!” seru Krystal setengah berteriak.

MinHoyang mendengar dirinya dipanggil, segera menghentikan langkahnya, lalu berbalik menatap orang yang memanggilnya tadi, “ya? ada apa kau memanggilku?”

“em.. itu.. maukah presdir menemaniku di acara peresmian salon baru milik bibiku?” tanya Krystal gugup.

“kapan?”

“besok malam. bagaimana?”

“hm.. nanti aku beri tau. berapa nomor ponselmu?” tanyaMinHolalu mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.

Krystal pun langsung memberi tau nomor ponselnya itu padaMinHo. Setelah mendapatkan nomor ponsel Krystal,MinHolangsung pergi meninggalkannya.

“yes, akhirnya aku berhasil juga. mudah-mudahan saja dia mau menemaniku,” gumam Krystal sambil senyum-senyum sendiri, sebelum ia pergi kembali ke ruangannya.

Author P.O.V end

 

MinHoP.O.V

“tadi kenapa tiba-tiba SooJung memintaku untuk menemaninya ke peresmian salon milik bibinya, ya?” gumamku.

“aku harus menerimanya atau menolak?” tanyaku pada diriku sendiri, “tapi apakah aku besok malam memiliki waktu luang?”

Kumainkan ponsel blackberry hitam-ku. Menimbang-nimbang jawaban apa yang harus kuberikan pada SooJung. Memang, besok malam aku tidak ada acara. Namun, aku takut jika HyeJin, kekasihku yang pencemburu itu, memergokiku sedang jalan bersama SooJung. Aku sebenarnya bisa saja mengatakan kalau aku hanya menemani SooJung untuk menghadiri peresmian salon milik bibinya, tapi masalahnya, HyeJin itu orangnya sangat pencemburu. Pernah dia melihatku jalan dengan sepupuku yang baru pulang dari Inggris, dan dia cemburu berat dengan itu. Padahal aku juga sudah memberitaukannya kalau Stephanie itu adalah sepupuku. Namun tetap saja ia tidak percaya padaku. Maka dari itu, sekarang aku sedikit hati-hati apabila jalan dengan cewek selain HyeJin. Aku harus minta ijin dulu padanya.

Dan kali ini, apa yang harus kulakukan? Menyetujui permintaan SooJung atau menolaknya? astagaa, ini semua membuatku pusing.

 

05.45 pm KST

Akhirnya tiba juga saatnya pulang. Aku segera melangkah keluar dari ruanganku dan pergi ke ruangan SiWon hyung. Sore ini, kami mempunyai rencana untuk makan malam bersama di restoran favorit kami.

Saat aku sampai di depan pintu ruangan SiWon hyung, aku mendengar SiWon hyung sedang berbicara pada seorang wanita. Tunggu, sepertinya aku mengenal suara ini. Bukankah ini suara HyeJin? hei, untuk apa ia ke ruangan SiWon hyung?

 

“aku harap besok malam kau bisa menemaniku, HyeJin,” ucap SiWon hyung.

“akan kuusahakan, oppa,” jawab HyeJin, “mm, aku kembali ke ruanganku dulu. sampai besok!”

Aku segera merapatkan tubuhku pada dinding, agar saat HyeJin keluar, ia tak melihatku. Setelah HyeJin keluar, aku segera masuk kedalam, dan bersikap seolah-olah aku tak mendengar obrolannya dengan HyeJin barusan.

“hai hyung!” sapaku begitu masuk kedalam ruangannya.

SiWon hyung mendongak menatapku, “ada apa?”

“YA! apa kau lupa, huh? kita hari ini akan makan malam di restoran favorit kita,kan? astagaa, pikun sekali kau ini, hyung!” ucapku

SiWon hyung memukul kepalanya dan berkata, “maaf, aku lupa. baiklah, kita pergi sekarang?”

“tidak. besok kita baru pergi. sekarang lah hyung, mau kapan lagi?”

“hah, kau ini kenapa sih? yasudah, ayo pergi sekarang!” ucapnya lalu berdiri dari kursinya dan berjalan menuju pintu, sedangkan aku mengikutinya dari belakang.

 

Sesampainya di tempat parkir, kami masuk kedalam mobil A4 Audi silver milik hyung-ku ini. Aku memang sengaja tidak bawa mobil hari ini.

Tak sampai satu jam, kami sudah sampai di restoran tujuan kami. Kami segera turun dan masuk kedalam restoran. Setelah kami duduk, barulah kami memesan makanan. Setelah kami memesan makanan, kami pun mengobrol seperti biasanya.

 

“hyung!” panggilku.

Ia yang sedang asyik bermain dengan ponselnya, mendongak menatapku, “ada apa?”

“besok malam kau ada acara tidak?”

“ada. kenapa?”

“acara apa?” tanyaku ingin tahu.

“memangnya kenapa, hm?”

“aku tanya, kau ada acara apa besok malam?” tanyaku lagi.

“kau tidak perlu tau. itu urusanku,MinHo,” tepat setelah SiWon hyung menjawab, seorang pelayang menyajikan semua pesanan kami.

Lalu, kami semua makan dalam keheningan. Tidak ada yang mengeluarkan suara, selain suara sendok dan garpu kami.

Setelah menghabiskan semua makanan ini, SiWon hyung segera membayar semua ini, baru kemudian kami pergi meninggalkan restoran ini.

“kami pulang!” seruku begitu kami masuk kedalam rumah.

SiWon hyung, begitu kami masuk kedalam rumah, langsung pergi menuju kamarnya, sementara aku langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan.

Selesai mandi, aku kembali ke kamar dan merebahkan tubuhku di kasur. Kumainkan lagi ponselku di tanganku, sebelum akhirnya aku memencet sebuah nomor lalu menempelkan ponselku di telingaku.

“halo?” sapaku.

“besok aku bisa menemanimu. kita berangkat pukul berapa?”

“ah, baiklah. aku akan menjemputmu besok. sampai besok!” ucapku lalu mematikan telepon.

 

Kupejamkan mataku, berusaha untuk tidur. Tak lama kemudian, aku sudah tertidur dengan nyenyak.

P.O.V end

 

Author P.O.V

“baiklah oppa, sampai besok!” ucap Krystal lalu memutuskan telepon.

“YES! aku berhasil kencan denganMinHooppa! kesempatan ini tak boleh kusia-siakan! besok, aku harus tampil secantik mungkin! akan kuhubungi unnie-ku untuk meriasku besok,” ucapnya senang.

Tak lama kemudian, Krystal sudah berbicara dengan orang lain di telepon.

“halo?” sapa orang yang diseberang. Jino. Ya, Krystal memang sedang menelpon Jino sekarang.

“Jino? aaa, aku berhutang padamu, boy!” ucap Krystal.

“maksutmu?”

“aku berhasil mengajakMinHooppa kencan!” jawab Krystal senang, “terimakasih atas idemu. aku berhutang padamu,”

Jino hanya diam menahan rasa sakit yang ada di hatinya. Bagaimana bisa Jino tidak sakit hati mendengar cewek pujaannya itu mengatakan padanya kalau ia akan kencan dengan cowok lain, dan itu berkat idenya.

“Jino?” tanya Krystal, “kau masih disana,kan?”

“iya. kalau begitu, selamat Krystal-ah!”

“terimakasih, Jino. yasudah, sekarang aku mau tidur dulu. sampai besok!” ucapnya mengakhiri telepon.

“have nice dream, sweetie,” ucap Jino lirih begitu Krystal mematikan teleponnya.

Author P.O.V end

 

SiWon P.O.V

07.45 pm KST

Malam ini, untuk menghadiri drama musical KyuHyun, aku memakai kemeja putih serta jas hitam dengan celana panjang yang berwarna sama dengan warna jas-ku.

 

“Ayah, Ibu, aku pergi dulu,” pamitku pada kedua orangtua-ku yang sedang makan malam bersama.

Tak lama,MinHo, adikku, keluar dari kamarnya mengenakan pakaian resmi, dan berpamitan pada kedua orangtua kami.

“Ayah, Ibu, aku pergi dulu. daah~” ucapMinHolalu pergi meninggalkan kami.

“loh? kok MinHo pergi sendiri?” tanya Ibu bingung melihatMinHopergi terburu-buru.

“MinHotidak pergi bersamamu, Nak?” tanya Ayah.

“tidak. aku tidak tauMinHoakan pergi kemana. Ayah, Ibu, aku pergi dulu!” pamitku sekali lagi lalu berjalan menuju garasi.

Aku segera masuk kedalam mobilku dan menyalakannya, baru kemudian mengeluarkannya dari garasi. Hanya butuh waktu 30 menit, aku sudah sampai di depan rumah HyeJin. Aku segera turun dari mobil, dan berjalan menuju pintu rumahnya. Kuketok pintu rumahnya pelan.

TOK.

TOK.

TOK.

ceklek.

HyeJin membuka pintunya begitu aku selesai mengetuk pintunya yang ketiga kalinya.

“oppa sudah datang? silakan masuk dulu, oppa!” ucapnya mempersilakanku masuk.

Ia berjalan masuk kedalam rumahnya, dan aku mengikutinya dari belakang.

“oppa duduklah dulu. HyeNa!” ucapnya.

“ya kak, ada apa?” tanya HyeNa pada kakaknya, HyeJin.

“kau temani SiWon oppa dulu. kakak mau ganti baju,” perintah HyeJin lalu pergi menuju kamarnya.

“SiWon oppa?!” panggil HyeNa senang.

Aku berdiri dan tersenyum kearahnya.

“oppaaa~ aku rindu sekali padamu!” ucap HyeNa sambil berlari memelukku. HyeNa dan aku mempunyai hubungan yang cukup dekat. Bahkan, aku sudah menganggapnya sebagai adikku sendiri.

Kubalas pelukannya itu sambil berkata, “oppa juga sangat merindukanmu, HyeNa-ah. bagaimana kabarmu?”

Dilepasnya pelukannya lalu ia menatapku, “baik. bagaimana dengan oppa? menyenangkan kah oppa selama di Amerika?” tanyanya lalu duduk di sofa, dan aku pun mengikutinya dengan duduk di sebelahnya.

“syukurlah. oppa juga baik-baik saja. ya begitulah, ada enaknya ada juga tidak enaknya. enaknya, oppa bisa sekalian liburan disana. tidak enaknya, pekerjaan oppa disana lebih berat dan oppa juga sangat rindu pada keluarga oppa diKorea,”

“oppa tidak merindukanku, ya?” tanya HyeNa.

Aku tertawa mendengar pertanyaan HyeNa.

“YA! oppa kenapa malah tertawa, huh?”

Kucubit hidungnya dengan gemas, “adikku, aku tadi sudah mengatakan padamu kalau oppa juga rindu padamu,” jawabku.

Lalu, kamipun mengobrol panjang lebar tentangnya dan tentangku selama di Amerika. Tepat saat aku akan melihat jam yang ada di tanganku, HyeJin keluar dari kamarnya dan menghampiri kami.

“kau sangat cantik, HyeJin-ah,” ucapku sambil berdiri dari dudukku dan menatapnya yang sekarang sudah memakai gaun putih pendek.

“ah, oppa biasa saja,” ucapnya malu.

Aku tersenyum padanya lalu mengulurkan tanganku, “ayo pergi putri cantik,”

Ia menyambut uluran tanganku, dan kemudian kami berjalan menuju pintu rumahnya.

“HyeNa, kau jaga rumah ya. oppa mau membawa kakakmu pergi sebentar. hati-hati di rumah!” pesanku sebelum aku masuk kedalam mobil.

“siap, bos!” ucapnya lalu tertawa.

Aku segera masuk kedalam mobilku, dan kemudian menjalankannya menuju tempat dimana drama musical KyuHyun berlangsung. Aku segera turun dari mobil begitu sampai di tempat tujuan. Kubukakan pintu HyeJin, lalu mempersilakannya turun.

“silakan turun putri” ucapku lalu tersenyum kepadanya.

“terimakasih oppa,”

Kugandeng tangannya masuk kedalam, dan duduk di kursi VIP yang sudah diberitahu oleh KyuHyun. Tepat setelah kami duduk, drama musical itu dimulai.

Kami berdua dan penonton lain menikmati drama musical ini. Setelah dua jam berlangsung, drama musical itu selesai. KyuHyun, menurutku, cukup bagus memerankan perannya sebagai ______. Kemudian, aku mengajak HyeJin ke backstage, tempat dimana KyuHyun sekarang berada.

“yaa, Kyu! kau sangat bagus tadi! aku menyukainya,” pujiku setelah bertemu dengan KyuHyun.

“aah, terimakasih, SiWon-ah,” ucapnya, “ngomong-ngomong siapa dia? apa dia pacarmu, hm?” lanjutnya.

“kau ini! dia bukan pacarku! dia pacarMinHo. kenalkan, dia namanya HyeJin. HyeJin, dia KyuHyun,”

“tidak usah dikenalkan, dia pasti sudah tau aku. akukanartis terkenal. hahaha. salam kenal, HyeJin-ah,” ucap KyuHyun sambil menjabat tangan HyeJin, dan tersenyum padanya. HyeJin pun membalas senyumannya itu.

“cih, dasar sombong!”

“biarin. week,” ucapnya sambil menjulurkan lidahnya padaku.

“Kyu, cepat! setelah ini kau masih ada kegiatan lagi!” seru seseorang, yang dapat kutebak kalau ia adalah manager-nya KyuHyun.

“sepertinya kau sibuk, Kyu. kami pergi dulu. sampai jumpa!” ucapku.

“terimakasih sudah mau mengunjungiku. sampai jumpa!” balasnya lalu tersenyum.

Kugandeng tangan HyeJin pergi menuju tempat parkir, dimana mobilku kuparkirkan disitu.

“setelah ini, apa yang akan kita lakukan?” tanyaku begitu kami berada di dalam mobil.

“entahlah,” jawabnya singkat.

“bagaimana kalau kita makan malam?” tanyaku, “kau belum makan,kan?”

“mm.. baiklah. kebetulan juga aku sudah lapar. ehehe,”

Kujalankan mobilku ke restoran favoritku, yang terletak tak jauh dari tempat drama musical KyuHyun. Setelah sampai, kami pun segera masuk ke dalam.

“kau ingin makan apa, HyeJin-ah?” tanyaku setelah aku selesai memesan makanan yang kuinginkan.

“aku yang ini saja, oppa,” ucapnya sambil menunjuk Mie goreng.

“minumnya?”

“orange juice,” jawabnya.

Setelah pelayan tadi mencatat seluruh pesanan kami, ia pun pergi meninggalkan kami. Kami pun mengobrol sambil menunggu pesanan kami, sampai akhirnya, dua orang yang masuk dari pintu itu mengalihkan perhatianku dan HyeJin. Ya, dia adalahMinHodan Krystal.

SiWon P.O.V end

 

HyeJin P.O.V

I..itukanMinHooppa. Sedang apa ia disini bersama Krystal? Kenapa ia terlihat akrab dengannya ? Setauku, MinHo oppakanjarang mengobrol dengan Krystal.Adaapa ini? Argh..MinHooppa, kenapa kau selingkuh di belakangku?!

Aku langsung berdiri dari tempatku, dan berjalan keluar dari restoran. Teriakan dari SiWon oppa tak kugubris, aku terus saja berjalan keluar. Aku ingin menenangkan diriku saat ini.

 

“HyeJin!” teriakan itu, sekali lagi terdengar di kupingku. Maaf oppa, aku sedang tak ingin diganggu saat ini. Maaf.

Aku segera mencegat taksi yang saat itu kebetulan lewat, dan masuk ke dalamnya. Aku mengatakan tujuanku pada sopir taksi itu. Tak sampai 30menit, aku sudah sampai di depan rumahku. Setelah membayar, aku segera masuk ke dalam rumahku.

“eonnie?!” ucap adikku, HyeNa, begitu aku masuk ke dalam secara tiba-tiba.

Aku tak menggubrisnya, melainkan langsung berjalan menuju kamarku, dan menutupnya keras serta menguncinya.

“eonnie!! eonnie kenapa? eonnie tidak apa-apa,kan? eonnie!!” serunya. Mungkin ia kawatir padaku. Maaf HyeNa, eonnie sedang tak mau diganggu oleh siapapun.

Kutumpahkan semua airmataku yang sudah kutahan sejak tadi. Aku benar-benar tak menyangka,MinHooppa akan berbuat seperti itu lagi. Sekilas, kulihat fotoku denganMinHooppa saat kami sedang liburan di Jeju tahun lalu. Difoto itu, aku menatap kamera, sementaraMinHooppa mencium pipi kananku. Dulu, dia sudah pernah berjanji untuk tidak berbuat seperti itu lagi. Tapi, kenapa dia menghianatinya?!

Samar-samar aku mendengar adikku berbicara dengan seseorang. Aku yakin, pasti orang itu adalah SiWon oppa. Maaf oppa, aku sudah membuatmu khawatir.

HyeJin P.O.V end

 

SiWon P.O.V

Aku langsung menaiki mobilku, dan menjalankannya menuju rumah HyeJin. Aku tau, dia pasti sangat kesal melihatMinHo. Setelah sampai di rumahnya, aku segera mengetuk pintunya dan masuk kedalam, setelah dipersilakan.

 

“HyeNa, mana kakakmu?” tanyaku.

“kakak setelah pulang tadi langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. sebenarnya, apa yang terjadi oppa?” tanyanya kawatir. Ia pasti sangat khawatir pada kakaknya yang tiba-tiba seperti itu.

“tidak, tadi hanya ada sedikit masalah. mm.. bolehkah oppa menunggunya disini?” tanyaku.

HyeNa hanya mengangguk kepadaku.

“boleh oppa permisi ke dapur? oppa mau membuatkan kakakmu makan. kau sudah makan?” tanyaku.

“aku sudah makan kok, oppa. silakan saja, kalau mau membuatkan kakak makanan,”

Kulangkahkan kakiku menuju dapur rumah HyeJin. Kubuka kulkasnya yang terletak disudut dapur, dan mengambil beberapa bahan untuk membuat makanan kesukaan HyeJin. Setelah mendapatkan bahan-bahannya, aku segera mulai memasak.

Setelah hampir 30menit berada di dapur, akhirnya Bulgogi yang kubuat telah matang. Aku langsung meletakkannya di meja makan, lalu berjalan ke ruang tengah. Kulihat HyeNa sudah tertidur di sofa. Aku tersenyum memandangnya, lalu menggendongnya. Kuketuk pintu kamar HyeJin. Tak butuh waktu lama, HyeJin membukakan pintunya.

“astaga! ada apa dengan adikku?” tanyanya kawatir.

“boleh aku masuk ke dalam?” tanyaku. Tanpa menunggu jawabannya, aku langsung masuk ke dalam kamar HyeJin, dan meletakkan HyeNa di kasur.

“ada apa dengannya?” tanyanya setelah aku berjalan mendekatinya.

“adikmu tadi ketiduran di sofa. karna tak tega melihatnya, maka aku membawanya ke kamarmu,” jawabku.

“oh,” ucapnya singkat.

Keadaan kembali hening karena kami sama-sama tidak mengeluarkan suara.

“mm, kau belum makan,kan? sebaiknya kau makan dulu. aku sudah membuatkanmu Bulgogi!” kataku.

“…” ia hanya diam memandangku.

“kau kenapa memandangku seperti itu?” tanyaku.

“ah, tidak,” ucapnya sambil memalingkan mukanya dariku, “tadi kata oppa, oppa bikin bulgogi buat aku. benarkah?”

“hm,” aku mengangguk menjawabnya, “ayo kita makan sekarang!”

Kami duduk di kursi meja makan. Kuambilkan nasi untuk HyeJin. Aku hanya tersenyum melihatnya makan dengan lahap. pasti ia sangat kelaparan sekarang, pikirku.

“oppa? oppa tidak makan? bukannya tadi oppa bilang kalau oppa sangat lapar?” tanyanya sambil melihatku.

“ah, tidak. kau saja yang makan. oppa sudah kenyang kok,”

“kenyang? kenyang darimana? tadikankita tidak jadi makan. ayolah, oppa temani aku makan!”

“tidak usah, HyeJin-ah. oppa sudah kenyang,” tolakku lagi.

“oppa yakin?” tanyanya.

Aku hanya bisa mengangguk, menahan rasa lapar pada perutku ini.

Kriuuk..

“ahaha, sudah kubilang oppa pasti lapar. ayo makan! hahaha,” tawanya.

Sial, kenapa mesti seperti ini sih?

Aku pun mengambil piring serta nasi dan bulgogi. Kami berdua makan bersama. Terkadang, aku dan HyeJin saling menyuapi satu sama lain.

HyeJin-ah, andai saja kau tau kalau aku sudah menyukaimu sejak dulu, kataku dalam hati sambil memandangnya yang sedang menikmati bulgogi buatanku.

“sudah malam. aku harus pulang sekarang. maaf atas kejadian tadi. permisi,” pamitku lalu mengambil jasku, baru kemudian berjalan menuju pintu.

“hati-hati di jalan, oppa!” pesannya sambil melambaikan tangannya padaku dan tersenyum manis.

Kubalas senyumannya itu, lalu menyalakan mobilku, dan segera pulang ke rumah.

SiWon P.O.V end

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s